hero
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kiri) bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (kedua kanan), Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (kanan) dan Kabareskrim Polri Inspektur

EDITOR : OCTOBRYAN

8 April 2020, 14:05 WIB

INDONESIA

Sejumlah surat telegram dikeluarkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis tentang upaya penegakan hukum untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19. Salah satunya Surat Telegram Nomor ST/1100/IV/HUK.7.1/2020 mengenai penghinaan terhadap presiden dan pejabat negara.

Surat telegram itu banyak mendapat kritikan dari sejumlah kalangan. Menurut Idham, proses penegakkan hukum memang tidak bisa memuaskan semua orang. Menurutnya jika ada yang tidak puas dengan proses hukum, maka ada mekanisme tersendiri yang bisa ditempuh, misalnya praperadilan.

Polisi mengamankan warga yang diduga provokator saat melakukan aksi menutup jalan menuju ke pemakaman Macanda di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (2/4/2020). Penutupan akses jalan yang dilakukan sejumlah warga yang bermukim disekitar pemakaman Macanda tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap pemakaman jenazah pengidap COVID-19. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

"Pro kontra itu hal yang biasa. Para tersangka juga punya hak untuk mengajukan praperadilan," ujar Idham melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Rabu, (8/4/2020).

Sebelumnya, Kapolri telah menerbitkan beberapa Surat Telegram Rahasia (STR) tentang upaya penegakan hukum selama masa pencegahan penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

Secara keseluruhan, telegram-telegram yang dikeluarkan Kapolri untuk memberikan pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan penyebaran corona. Khususnya dalam pelaksanaan tugas kepolisian di bidang penegakan hukum yang diemban fungsi reserse kriminal dan jajarannya.

Petugas kepolisian membubarkan warga yang berkumpul di pinggir jalan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (29/3/2020) malam. Patroli malam yang dilakukan Polres Gowa tersebut terkait imbauan pemerintah agar warga mengurangi interaksi di luar rumah sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Telegram yang pertama yaitu Nomor 1098 tentang penanganan kejahatan yang potensial terjadi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kedua telegram Nomor 1099 tentang penanganan kejahatan dalam ketersediaan bahan pokok. Ketiga telegram Nomor 1100 tentang penanganan kejahatan terkait situasi dan opini di ruang siber.

Lalu, keempat telegram Nomor 1101 tentang penanganan kejahatan yang potensial terjadi dalam masa penerapan PSBB. Yang kelima telegram Nomor 1102 tentang penumpang yang baru tiba atau TKI dari negara yang endemis atau negara yang terjangkit corona.

Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdiyan Saputra (kiri) didampingi Kasatreskrim Kompol Ahmad Alexander memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus penipuan penjualan masker,  di Mapolres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/4/2020). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Secara terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengutamakan tindakan preventif dan preemtif. 

"Dalam konteks ini, penegakan hukum yang dilakukan Polri selama penyebaran Covid-19 pada prinsipnya sebuah pilihan terakhir atau ultimum remedium, di mana Polri mengedepankan upaya preventif dan preemtif," kata Asep.

(BACA JUGA: Jokowi Minta Distribusi Bantuan Sosial Tepat Sasaran)

Asep menerangkan bila upaya pencegahan tidak efektif, upaya penegakan hukum pun diambil dengan maksud memberikan kepastian hukum bagi pelanggar. Misalnya dalam penanganan kasus hoaks, Polri terus memberikan edukasi dan melakukan patroli siber secara konsisten. 

"Substansinya, telegram Kapolri ini menjadi panduan bagi penyidik dalam melakukan upaya-upaya penegakan hukum dan menjadi catatan penting, upaya penegakan hukum yang dilakukan Polri ini merupakan upaya yang paling akhir setelah upaya preventif dan preemtif dilakukan," ucapnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments