hero
Pekerja menyelesaikan pembuatan masker dari bahan kain katun combed di Kaos Bogor 767 Teguh Printing, Sindang Barang Pilar, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2020). Permintaan pem

EDITOR : OCTOBRYAN

1 April 2020, 18:30 WIB

INDONESIA

Masyarakat mungkin kesulitan untuk mendapatkan masker yang digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan COVID – 19. Jenis masker yang terjual di pasaran ada berbagai jenis, seperti masker kain, masker bedah, masker N95 hingga facepiece respirator atau masker seluruh muka.

Di antara jenis masker tadi, masker jenis kain relatif mudah diperoleh masyarakat. Namun, kita perlu mengetahui karakter penggunaan masker kain ini.

Pedagang menata masker berbahan kain di pinggir jalan di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (1/4/2020). Penjualan masker berbahan kain yang dijual Rp10 ribu per masker itu laku, menyusul kesulitan warga mendapatkan masker kesehatan untuk mencegah terjangkit virus Corona(COVID-19) . (ANTARA FOTO/ Akbar Tado)

Dokter Spesialis Paru RS Umum Pusat Persahabatan Erlina Burhan menyampaikan bahwa masker kain dapat digunakan oleh masyarakat yang sehat, di tempat umum maupun fasilitas lain. Namun, ia mengingatkan bahwa mereka yang memakai masker ini tetap disarankan untuk menjaga jarak. 

“Tapi tetap menjaga jarak 1 sampai 2 meter. Kenapa? Karena masker kain ini tidak bisa memproteksi masuknya partikel dan ini tidak disarankan bagi tenaga medis,” kata Erlina di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Dokter Spesialis Paru RS Umum Pusat Persahabatan Erlina Burhan memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (1/4/2020)

Ia mengatakan bahwa tenaga medis tidak disarankan penggunaan masker kain karena 40 – 90% partikel dapat menembus masker. Di samping itu, masyarakat perlu mengetahui bahwa masker kain tidak mampu untuk melindungi aerosol (partikel padat) atau partikel yang ada di udara (airborne).

“Jadi pencegahan keluarnya droplet dari batuk atau bersin itu pada pemakai, kalau droplet-nya yang beratnya besar, iya bisa, tapi kalau droplet-nya kecil, nggak bisa,” tambah Erlina. 

Pengrajin menyelesaikan pembuatan masker kain di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020). Produksi masker dengan menggunakan bahan kain katun tersebut dijual seharga Rp5.000- Rp15.000 per buah dan menjadi alternatif di tengah kelangkaan dan kenaikan harga masker medis. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Meski demikian, Erlina menilai, penggunaan masker kain efektif untuk menyaring partikel yang ukurannya 3 mikron. Keuntungan masker kain yaitu penggunaan yang dapat berulang. Tapi pengguna perlu mencuci untuk pemakaian berikutnya. 

“Dicuci dengan deterjen dan bila perlu memakai air panas, karena deterjen dan air yang hangat itu bisa mematikan virus,” pesan Erlina.

(BACA JUGA3 Tips Kesehatan Cegah Corona Ini Belum Tentu Benar)

Menyikapi situasi saat ini, Erlina mengatakan bahwa masker, khususnya jenis bedah, sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan dan orang-orang yang sakit. Kelangkaan yang dihadapi dapat disikapi masyarakat dengan memanfaatkan masker kain sebagai alternatif terakhir. 

Erlina juga mengingatkan cara penggunaan masker yang tepat, yaitu menutupi hidung dan mulut hingga dagu. Kemudian saat melepaskan, pengguna menghindari untuk memegang maskernya, dan tetap harus mencuci tangan.

TIM LIPUTAN

13

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments