hero
Seorang aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membentang poster saat mengikuti aksi dukungan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). Aksi dukungan tersebut

EDITOR : OCTOBRYAN

19 Maret 2020, 19:35 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang perdana kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Sidang dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dipimpin oleh hakim ketua Djuyamto. 

Jaksa Penuntut Umum Fedrik Adhar mendakwa keduanya melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka berat. Keduanya menyebabkan kerusakaan pada mata Novel Baswedan hingga berpotensi menyebabkan kebutaan.

Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara sebelum persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan digelar. (NET/Radika)

"Perbuatan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette bersama-sama dengan Ronny Bugis mengakibatkan korban Novel Baswedan mengalami luka berat, yaitu  mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan," kata Jaksa Fedrik saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020).

Jaksa menjelaskan, keduanya melakukan perbuatannya karena membenci Novel karena mengkhianati dan melawan Polri. Keduanya kemudian pada 11 April 2017 bertempat di Jalan Deposito Blok T Nomor 10 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar pukul 05.10 WIB kedua terdakwa melihat Novel Baswedan yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya.

Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyapa awak media usai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020). Novel Baswedan tidak mengikuti proses rekonstruksi karena alasan kesehatan mata kirinya. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Kemudian, terdakwa Ronny Bugis mengendarai motornya secara pelan-pelan mendekati Novel Baswedan sambil bersiap-siap menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang telah dipersiapkan. Ketika posisi terdakwa Rahmat Kadir yang berada di atas motor dan sejajar dengan Novel, kemudian Rahmat langsung menyiramkan cairan asam sulfat ke bagian kepala Novel.

"Selanjutnya Ronny Bugis atas arahan Rahmat Kadir langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya yang dikendarai dengan cepat," beber Jaksa Fedrik.

Pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12/2019). Polisi berhasil mengamankan dua pelaku yang merupakan anggota Polri aktif dengan insial RM dan RB. (ANTARA FOTO/Abdul Wahab)

Akibat ulah kedua terdakwa, Novel mengalami luka bakar di bagian wajah dan kornea mata dan kiri. Hal itu disebutkan berdasarkan hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga.

"Pada pemeriksaan Novel, ditemukan luka bakar derajat satu dan dua, seluas dua persen pada dahi, pipi kanan dan kiri, batang hidung, kelopak mata kanan dan kiri. Kemudian luka bakar derajat tiga pada selaput bening atau kornea mata kanan dan kiri, akibat berkontak dengan bahan yang bersifat asam," ucap Jaksa Fedrik.

Pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12/2019). Polisi berhasil mengamankan dua pelaku yang merupakan anggota Polri aktif dengan insial RM dan RB. (ANTARA FOTO/Abdul Wahab)

Bahkan, akibat perbuatan kedua terdakwa, maka kanan dan kiri Novel berpotensi mengalami kebutaan. Hal ini pun berdampak pada kinerja Novel sebagai penyidik KPK.

(BACA JUGAPolisi Gelar Rekonstruksi, Novel Pilih Ada di Dalam Rumah)

"Adanya kerusakan pada selaput bening atau kornea mata kanan dan kiri, dalam beberapa waktu kedepan punya potensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan," jelas Jaksa Fedrik.

Adapun keduanya didakwa melakukan penganiayaan berat terencana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. Dakwaan tersebut tercantum dalam Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

RADIKA KURNIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments