hero
Bus sekolah gratis bantuan Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI. (NET/Bayu)

EDITOR : OCTOBRYAN

2 Maret 2020, 11:10 WIB

KAB. BANYUMAS, INDONESIA

Anak-anak sekolah di wilayah yang tak terjangkau angkutan umum di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, setiap pagi mereka tak perlu lagi was-was terlambat masuk sekolah. 

Pasalnya, kini ada bus sekolah yang mengantar, bahkan menjemput mereka tepat waktu. Bus bantuan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan itu memiliki trayek di sekitaran Kecamatan Somagede ke Kecamatan Banyumas pulang-pergi. 

 Bupati Banyumas, Achmad Husein saat mencoba bus sekolah bersama anak-anak sekolah yang berasal dari wilayah Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.  (NET/BAYU)

Bupati Banyumas Achmad Husein turut merasakan naik bus sekolah dan mengantarkan anak-anak sekolah masing-masing. Husein ingin memastikan, bus sekolah gratis itu bermanfaat dengan maksimal.

"Pak pengemudi, anda harus berhati-hati membawa anak-anak sekolah. Anggap mereka anak sendiri. Perhatikan remnya, karena jalanannya naik turun," pesan Husein kepada pengemudi bus sekolah.

 Bupati Banyumas, Achmad Husein (perpeci) saat mencoba bus sekolah bersama anak-anak sekolah yang berasal dari wilayah Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. (NET/BAYU)

Perbincangan pun terjadi antara bupati dengan anak-anak yang telah memenuhi tiap bangku bus. Husein, menanyakan bagaimana tanggapan anak-anak tentang keberadaan bus sekolah itu. "Bagaimana rasanya setelah ada bus sekolah," tanya Husein kepada salah satu anak.

Saiful Mardiansyah, siswa yang diajak mengobrol oleh Bupati Husein menjawab, ia merasa terbantu dengan adanya bus sekolah. Kini dirinya sudah tak merasa khawatir kalau terlambat masuk kelas, gara-gara tidak memperoleh angkutan umum.

 Bupati Banyumas, Achmad Husein (perpeci) saat mencoba bus sekolah bersama anak-anak sekolah yang berasal dari wilayah Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. (NET/BAYU)

"Sebelum ada bus, saya diantar orangtua. Kadang numpang teman kalau orang tua tak bisa antar. Sekarang sih nyaman," ujar Saiful yang bersekolah di SMP Negeri 1 Banyumas.

Dengan adanya fasilitas itu, lanjut Saiful, biaya pengeluaran untuk transportasi otomatis menurun. Maklum saja, Saiful berasal dari Desa Kemawi di wilayah perbukitan bagian selatan Kabupaten Banyumas. Di daerah tersebut, angkutan umum memang cukup menjadi kendala, sebab sangat sedikit trayek angkutan yang menjelajah wilayah-wilayah itu.

Suasana dalam bus sekolah Banyumas. NET/Bayu)

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan, angkutan gratis itu untuk mempermudah pelajar yang berada di desa-desa pelosok di wilayah Kecamatan Somagede bagian selatan. Pada jalur tersebut belum ada angkutan umum.

"Bus sekolah itu berjumlah dua unit. Setiap harinya paling tidak 110 hingga 120 anak sekolah dapat terlayani," ungkap Agus.

(BACA JUGAEdukasi Siswa Soal Mitigasi Bencana, SAR Kunjungi Sekolah-sekolah di Kendari)

Kapasitas bus itu, terdiri atas 26 kursi duduk dan 10 handgrip. Tetapi, pada saat jam operasional bus itu akan tetap dapat melayani dengan lancar. 

Bus sekolah mulai standby di Halte Desa Kemawi atau tempat pemberangkatan, pada pukul 05.45. Sedangkan untuk jalur balik atau kepulangan usai sekolah, bus nomor satu akan mulai dari SMP 1 Somagede dan berakhir di Halte Kemawi. Lalu untuk bus nomor dua, jalur kepulangan dimulai dari SMP 3 Banyumas.

BAYU NUR SASONGKO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments