hero
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama CEO Microsoft Satya Nadella (kanan) dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 yang digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, (27/2/2020)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Februari 2020, 18:00 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo memamerkan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan pemanfaatan dan perkembangan ekonomi digital di masa mendatang. Jokowi bahkan mengungkapkan, Indonesia memiliki satu startup Decacorn dan menjadikan foundernya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

Hal itu diungkap Jokowi saat memberikan pidato utama dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 yang digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, (27/2/2020) di hadapan CEO Microsoft Satya Nadella.

Presiden Joko Widodo dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 yang digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, (27/2/2020). (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Sampai saat ini Indonesia merupakan negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN. Dengan pertumbuhan yang paling cepat. Kita memiliki 2.193 startup. Ada 1 decacorn, dan 4 unicorn," ungkap Presiden.

Berdasarkan laporan Temasek, pada tahun 2025 mendatang, ekonomi digital Indonesia diprediksi menyentuh angka $130 miliar. Di tahun 2019 kemarin saja, angka pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai $40 miliar.

Presiden Joko Widodo bersama CEO Microsoft Satya Nadella dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 yang digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, (27/2/2020). (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Indonesia juga tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara. Nomor lima di dunia setelah Amerika, India, Inggris, dan Kanada," imbuhnya.

Namun, besarnya potensi itu tak lantas membuat kita berpuas diri. Indonesia, menurut Presiden Joko Widodo, harus memanfaatkan betul hal tersebut dengan tidak membiarkan negara kita hanya menjadi pasar digital. Sebaliknya, pelaku usaha Indonesia lah yang harus menjadi produsen dan raja di pasar sendiri.

Presiden Joko Widodo bersama CEO Microsoft Satya Nadella dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 yang digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, (27/2/2020). (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Hal itu ditambah dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 267 juta jiwa dan tingkat penetrasi internetnya yang mencapai 65 persen di tahun 2019. 

Belum lagi dengan selesainya pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa Palapa Ring yang menghubungkan lebih dari 500 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang akan meningkatkan potensi tersebut.

Presiden Joko Widodo bersama CEO Microsoft Satya Nadella dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 yang digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, (27/2/2020). (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Kita harus bekerja keras untuk menjadi produsen sehingga memberikan dampak yang luas dan positif kepada masyarakat kita," kata Presiden.

(BACA JUGAFiks! 2020 Google Cloud Buka Data Center di Indonesia)

Presiden mengatakan, perkembangan ekonomi digital haruslah memicu pemasaran terhadap produk-produk dalam negeri, utamanya produk usaha mikro, kecil, dan menengah yang jumlahnya sangat banyak dan mampu bersaing. Ke depan, ekonomi digital juga harus memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

"Ekonomi digital juga harus menciptakan lapangan kerja, harus mendorong ekspor, harus meningkatkan devisa. Kita harapkan ekonomi digital selanjutnya bisa menurunkan defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang kita miliki," imbuhnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments