hero
(NET/Rahman Odi

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

24 Februari 2020, 13:30 WIB

PALU, INDONESIA

Upaya penyelamatan buaya yang terlilit ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah belum juga berhasil. Kisah buayan yang telilit ban sejak 2016 lalu ternyata membuat salah seorang pemerhati reptil asal Australia, Matt Wright datang dan bergabung dengan tim penyelamat namun tak juga membuahkan hasil.

Sorotan terhadap upaya penyelamatan buaya ini ternyata jadi peluang bisnis bagi Abraham pemilik toko roti Master Bakery berinovasi membuat roti buaya berkalung ban. Bisnisnya mendapat respon positif dari masyarakat.

Roti buaya berkalung ban. (NET/Rahman Odi)

Tokonya yang terletak di Jalan Towua, Palu ramai dan terus didatangi pembeli. Bahkan produksi roti buaya berkalung ban terus ditambah untuk memenuhi permintaan. Awalnya, hanya iseng mencoba membuat 2 roti minatur buaya. Satu roti dijual di tokonya yaitu Master Bakery dan satunya dibawa ke tempat tongkrongannya. Tidak disangka setelah itu viral.

“Untuk hari ini kita produksi 130 biji roti buaya tapi kemarin-kemarin kita produksinya masih sedikit. Karena kita juga tidak menyangka bahwa roti buaya se-viral ini,” kata Nela, karyawan Master Bakery.

Roti buaya berkalung ban. (NET/Rahman Odi)

Sebenarnya toko roti ini telah menjual roti buaya sejak 2018 lalu, namun belum diberi kalung ban. Seiring dengan upaya penyelamatan buaya, baru kemudian ada inovasi tersebut. Harga roti buaya ini dijual mulai Rp8 ribu hingga Rp80 ribu.

RAHMAN ODI

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments