hero
Wali Kota Bitung Max J Lomban beri cinderamata ke Menteri Kelautan & Perikanan Edhy Prabowo usai dialog pemerintah & pelaku perikanan di Kantor Wali Kota Bitung, Senin (17/02/2020). (dok KKP)

EDITOR : REZA PAHLEVI

22 Februari 2020, 18:25 WIB

BITUNG, INDONESIA

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengelar apel Siaga pengawasan wilayah Timur di Pelabuhan Samudra Bitung, Sulawesi Utara. Apel turut melibatkan 400  awak kapal pengawas sumber daya kelautan dan perikanan (PSDKP) se-Indonesia Timur.

Mereka berasal dari daerah- daerah perbatasan yang rawan pelanggaran kelautan, yang kerap dilakukan nelayan asing  dari Filipina, China, Vietnam, Kamboja, Jepang dan Papua Nugini. Gelaran apel ini merupakan salah satu kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, saat mengunjungi Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada 17-18 Februari 2020.

Selain itu, Edhy turut menyaksikan langsung kemampuan kesatuan awak kapal pengawas perikanan saat simulasi penangkapan kapal pencuri ikan di perairan Pulau Lembe Bitung. Mulai dari pengejaran, penghadangan dan penindakan di laut.

Edhy memonitor latihan bersama Dirjen PSDK serta Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Kementrian Kelauatan dan Perikanan Ipunk Nugroho, menggunakan Kapal Patroli Orca 04.

"Kami semangat menjaga laut, dan melakukan pengawasan laut kita. Kita jangan pernah terlena, atau longgar dalam pengawasan. Sebab kita tahu tantangan sangat besar, hanya semangatlah yang bisa mengalahkan dan alhamdulilah anak anak kami, sampai sekarangan luar biasa kerjanya,” ungkap Edhy.

Edhy pun memuji kembali anak buahnya yang belum lama sudah menangkap satu kapal pencuri ikan di Tahuna, dan sebelumnya 3 kapal di Natuna.  “ Dengan perlawanan yang juga tidak kalah sengit yang dilakukan oleh kapal kapal nelayan asing tersebut. Namun anak anak dari kapal pengawas kita, bisa menghadapi mereka. Kami berharap kekompakan ini terjaga dan alhamdulilah kerja sama bersama stekholder di tengah laut sangat terbuka dan kami selalu berkoordinasi dengan terbuka,” ungkap Edhy.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat bertemu para stakeholder di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (17/02/2020). (Dok KKP)

Selain gelar apel siaga dan latihan, Edhy menyambangi dua perusahaan penggalengan ikan di Bitung, yakni PT RD Fasific Dan PT Samudra Mandiri Sentosa. Kedua perusahaan mengalami dampak dari beberapa peraturan menteri (Permen) yang berisi pembatasan pengambilan hasil laut, serta perijinan yang terlalu panjang birokrasinya.

Edhy pun berjanji akan membantu nelayan dan pengusaha perikanan di daerah-daerah yang terdampak sejumlah peraturan, seperti larangan penangkapan benih lobster dan pengoperasian kapal eks asing, seperti Kota Bitung, Sulawesi Utara.

"Kita mulai dengan Permen 56. Ada tiga Krustasea yang diatur di sini. Lobster, kepiting dan rajungan. Kepiting di bawah 150 gram, lobster di bawah 200 gram. Di Sulawesi ini banyak yang bergantung dari mencari benih lobster, di Lombok dan di daerah lain. Pihak kami tengah merevisi Permen KP No. 56 dengan memfokuskan diri pada budidaya,” jelas Edhy.

Menurut Edhy, dalam revisi itu juga akan diatur tentang kewajiban restocking untuk menjaga habitat ketiga krustesae ini tetap lestari di alam liar. Aturan lain yang akan diubah adalah pengoperasian kembali kapal Indonesia buatan asing yang sempat dilarang.

Aturan ini diakui berdampak signifikan bagi nelayan dan pengusaha perikanan. Banyak kapal yang mangkrak dan berimbas pada anjloknya produksi nelayan maupun pabrik-pabrik pengolahan ikan. "Yang dibutuhkan Mereka kan hanya ikan sampai ke pabrik mereka. Nah ini sekarang jalannya. Mereka punya kapal, mereka juga kami minta agar siap menerima ikan dari nelayan. Sehingga semua ikan yang ada di wilayah sini bisa ditampung dengan harga yang lebih mahal. Harusnya ini bisa lebih positif bagi perusahaan yang ada di sini. Kita harapkan PT Samdura Mandiri Sentosa ini menjadi contoh untuk investor dalam negeri," kata Edhy saat menyambangi PT SMS.

ANITA TAMBAYONG

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments