hero
Bir mengalir di air keran warga Negara Bagian India selatan, Kerala, setelah alkohol meresap ke dalam sumur pasokan air. (cnn.com)

EDITOR : REZA PAHLEVI

17 Februari 2020, 11:35 WIB

INDIA

Ada yang enggak biasa terjadi di India, yaitu saat bir mengalir di air keran warga. Wow! Hal ini dialami penghuni blok apartemen di Negara Bagian India selatan, Kerala, setelah alkohol meresap ke dalam sumur dan bercampur dengan pasokan air untuk daerah sekitarnya.

Orang-orang yang tinggal di Solomon's Avenue Apartments kaget melihat warna gelap pada air ledeng mereka pada Senin pagi.

"Ketika kami menghidupkan mesin air, air berwarna cokelat mengalir dari keran kami. Ketika kami memeriksa tangki, kami melihat ada lapisan seperti minyak mengambang di permukaan," ungkap Joshy Maliakkal, yang telah menjadi penduduk Solomon's Avenue Apartments, di Chalakudy, selama 47 tahun, seperti dilansir dari CNN, Senin (17/2/2020).

Maliakkal mengatakan para pekerja telah menggali lubang dan membuang alkohol dari Rachna Bar dan Hotel terdekat pada hari sebelumnya. Sebanyak 6.000 liter atau sekitar 1.585 galon minuman keras disimpan di tempat tersebut, menurut seorang petugas di Kerala.

"Minuman keras sudah kedaluwarsa dan disimpan di sana sejak 2014, sehingga kami menggali parit di tempat untuk membuang minuman keras. Sayangnya, merembes ke sumur terdekat dan mencemari aliran air kompleks apartemen terdekat," ujar seorang petugas setempat.

Akibatnya, bir, brendi dan rum mengalir ke wastafel dapur kompleks apartemen. 18 keluarga yang tinggal di kompleks apartemen sudah ajukan keluhan kepada pemerintah kota setempat.

"Sejauh ini mereka sudah memberi kami 5.000 liter atau 1.320 galon air, tapi tidak cukup bagi orang sebanyak ini. Mereka seharusnya tidak memberikan tempat untuk bar yang begitu dekat dengan daerah perumahan," kata Maliakkal. "Kurangnya air membuat semuanya jadi susah," tambah Maliakkal.

Kerala menjadi wilayah yang ‘kering’ sejak tahun 2014, ketika penjualan alkohol dilarang. Tapi mulai tahun 2017, pembatasan tersebut menjadi lebih fleksibel.

ESTHER CRAMER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments