hero
Sejumlah WNI peserta observasi yang dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China dipulangkan dari Ranai, Natuna. (Sumber: BNPB)

EDITOR : REZA PAHLEVI

15 Februari 2020, 21:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Usai menjalani masa observasi selama 14 Hari, 285 peserta proses observasi virus Corona Warga Negara Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau, dipulangkan ke rumah masing-masing, Sabtu (15/2/2020).

Proses pemulangan dilakukan Kementerian/Lembaga yang meliputi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menurut rilis resmi Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Observasi kesehatan yang dijalani para peserta WNI tersebut dipantau secara ketat 24 jam sesuai standar protokol Badan Kesehatan Dunia (WHO) selama 14 hari. Terhitung sejak mereka dijemput dari China terkait virus Corona (COVID19) pada Sabtu (1/2) lalu.

Selama menjalani observasi, para peserta WNI yang lebih banyak merupakan mahasiswa itu diberikan jaminan dan layanan fasilitas memadai serta mengutamakan kenyamanan. Bahkan selama proses observasi, mereka tetap bisa mengikuti perkuliahan secara online, berolahraga, bermusik dan berinteraksi sesuai yang dilakukan sehari-hari.

WNI peserta observasi yang dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China dipulangkan dari Ranai, Natuna ke rumah masing-masing. (Sumber: Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB) 

Ke 285 Orang WNI tersebut terdiri dari 238 warga, 5 orang dari KBRI yang bertugas mencari warga di Wuhan, dan 42 orang penjemput.  Ke-42 orang penjemput ini terdiri dari 18 orang kru pesawat Batik Air, 3 Orang dari Kemenkes, 3 Orang dari Kemenlu, 8 Orang dari Kesehatan TNI dan 10 orang pengamanan dari TNI.

“Sampai detik ini laporannya semuanya (WNI peserta observasi) sehat,” ungkap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sesaat sebelum berangkat mengawal kepulangan para WNI dari Natuna di Bandara Halim Perdanakusuma bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Doni Monardo dan tim pendukung lainnya.

Pemulangan Menggunakan Tiga Pesawat

Proses pemulangan WNI ke kampung halamannya dilakukan menggunakan tiga pesawat milik TNI masing-masing 2 pesawat jenis Boeing dan 1 jenis Hercules yang diberangkatkan dari Lanud Raden Sadjad Ranai Natuna, Kepulauan Riau menuju Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Ketiga pesawat tersebut bertolak dari Natuna pada pukul 13.15 WIB dan pesawat terakhir pada pukul 14.00 WIB kemudian mendarat di Jakarta pada sekitar pukul 15.46 WIB. Setibanya di Lanud Halim, mereka akan dijemput oleh perwakilan pemerintah provinsi masing-masing untuk kemudian didampingi sampai ke kampung halaman.

Selain diberikan bingkisan, uang saku dan biaya akomodasi serta transportasi, para peserta observasi juga diberikan surat keterangan kesehatan hasil observasi dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan. Surat ini sebagai bukti tertulis mengenai kondisi mereka dan selanjutnya dapat digunakan untuk hal-hal yang diperlukan.

“Mereka akan diberikan bingkisan beserta uang saku. Seluruh akomodasi juga sudah ditanggung sampai ke rumah,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo.

Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China berjalan memasuki terminal keberangkatan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara resmi telah memulangkan 238 WNI ke daerah masing-masing karena telah dinyatakan sehat seusai menjalani observasi selama 14 hari di Ranai, Natuna. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Menyinggung soal kelanjutan program pendidikan bagi para WNI yang masih berstatus sebagai mahasiswa di China, Menko PMK akan membahasnya setelah observasi ini rampung dilakukan.

“Kelanjutan pendidikan mereka pastinya akan Kami perhatikan. Hal itu akan kami bahas setelah ini semua rampung. Prioritasnya adalah keseluruhan dari observasi ini rampung dengan baik dulu baru hal yang lain,” ujar Muhadjir.

WHO Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Indonesia

World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia memuji kinerja cepat dari Pemerintah Indonesia dalam rangka menyelamatkan warganya dari ancaman wabah virus Corona yang merebak di wilayah China.

“Pemerintah Indonesia sudah sangat baik dalam menangani dan melayani mereka yang dievakuasi dari China terkait Corona,” ujar Dr. Paranietharan, WHO Representative for Indonesia, saat turut melepas para WNI di Natuna.

Paranietharan mengatakan, penanganan Pemerintah Indonesia kepada warganya sudah melalui proses yang tepat sesuai rekomendasi protokoler WHO. Proses itu dilakukan guna memastikan para WNI dalam keadaan sehat sebelum dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Paranietharan pun mengingatkan agar tidak perlu khawatir terhadap kehadiran Mereka yang kembali pulang ke kampung halamannya. “Mereka telah melalui prosedur yang ditaati dan dilaksanakan dengan baik, maka bisa dipastikan bahwa peserta observasi ini sudah dalam keadaan yang sehat. Kita jamin dan pastikan mereka sehat,” kata Paranietharan.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments