hero
Sejumlah polisi mengamankan barang bukti narkoba sabu seberat 288 kilogram di Tanggerang, Banten. (NET/Mujeeb)

EDITOR : OCTOBRYAN

31 Januari 2020, 14:05 WIB

INDONESIA

Tim Gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan kasus peredaran narkoba jenis sabu seberat 288 kilogram yang akan didistribusikan di daerah Jakarta.

Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Nana Sujana mengatakan polisi mendapat informasi dari masyarakat pada Kamis (30/1/2020) kemarin bahwa akan ada mobil boks silver yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Merak.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana (Ketiga kanan duduk) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus (kedua kanan duduk), Dir Narkoba Kombes Pol Herry Heryawan (kedua kiri duduk) dan Kapolres Tangerang Selatan AKB Ferdy Irawan (kiri) memberikan keterangan pers terkait penyelundupan sabu di Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (30/1/2020). Petugas Sat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan pengiriman ratusan kilogram sabu ke Jakarta, dan berhasil menembak mati tiga orang tersangka serta mengamankan 288 kg sabu di dalam mobil box. (ANTARA FOTO/Mayra Izzah)

"Hasil penyisiran, tim melihat sebuah mobil boks silver dengan pelat nomor B 9004 PHX tengah melaju dengan kencang dan mencurigakan dari arah Tol Merak menuju Jakarta," ungkap Nana di Kampung Gunung Batu RT 02 RW 04, Desa Cijantra Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Terjadilah kejar-kejaran antara polisi dan kurir narkoba tersebut. Merasa dikejar, pelaku malah mempercepat laju kendaraan.  Polisi berusaha menghentikan paksa mobil boks tersebut ke pinggir tol, tepatnya di KM 23 Lippo Karawaci Tol Jakarta-Merak.

Mobil box warna perak yang digunakan pelaku saat kabur dari kejaran petugas. (NET/Mujeeb)

Namun, ketika hendak ditangkap, bunyi tembakan datang dari arah mobil pelaku. Merasa terancam, petugas terpaksa balas menembak ke arah pelaku. Dua pelaku sempat melarikan diri, akhirnya tewas ditembus peluru polisi. 

Tiga kurir yang tewas tersebut berinisial GUN, AM, IA. Dua di antaranya berasal dari Jawa Barat. "Memang karena melawan, sehingga anggota melakukan tindakan tegas terukur, dan yang bersangkutan meninggal dunia," tandasnya.

Narkotika jenis sabu seberat 288 kilogram ditemukan petugas di dalam mobi boks yang digunakan pelaku. (NET/Mujeeb)

Usai baku tembak, polisi menyita satu senjata api rakitan yang digunakan pelaku saat melakukan perlawanan. Polisi juga menyita mobil boks silver berpelat nomor B 9004 PHX yang ternyata menggunakan pelat mobil palsu.

"Nilainya diperkirakan mencapai Rp864 miliar," terang Nana.

(BACA JUGAHati-hati! Ada Boba Dicampur dengan Ekstasi Biar Ketagihan)

Menurut polisi, bandar narkoba tersebut merupakan bagian dari sindikat jaringan Internasional yang berasal dari Iran. Hal ini berdasarkan cap berwarna merah yang terdapat pada kemasan sabu yang dibungkus dalam wadah makanan kedap udara.

"Ada kode khusus tertulis 55 jaringan Interpol mereka," pungkasnya.

MUJEEB LATUMERISA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments