hero
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menko Polhukam Mahfud MD (kiri), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (ketiga kiri), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (ketiga kanan) dan Dirut PT Dirganta

EDITOR : OCTOBRYAN

23 Januari 2020, 17:55 WIB

INDONESIA

"Jadi kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, kemudian pergi lagi ke sebuah negara, kemudian pergi lagi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi bukan yang lain-lain"

Petikan kalimat di atas diucapkan Presiden Joko Widodo dalam sambutan yang disampaikan saat pembukaan Rapat Pimpinan Menhan, TNI dan Polri di gedung Kementrian Pertahanan Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kiri), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) dan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono berjalan menuju ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Rapim Kemhan, TNI dan Polri Tahun 2020 mengusung tema "Pertahanan Semesta Yang Kuat, Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI". (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Pidato tersebut seolah menjawab kritikan yang dilontarkan ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera karena dinilai tidak sejalan dengan arahan Presiden untuk menghemat anggaran.

Seolah membela koleganya, Jokowi menilai upaya diplomatik Prabowo Subianto sudah tepat dan dibutuhkan untuk menegaskan kedaulatan Indonesia.

Sejumlah pengunjung mengamati pesawat udara nir awak yang dipamerkan pada Pameran Alutsista di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Pameran Alutsista hasil produksi industri dalam negeri tersebut merupakan rangkaian dari acara Rapim Kemhan, TNI dan Polri Tahun 2020 yang mengusung tema "Pertahanan Semesta Yang Kuat, Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI". (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Tak heran, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk mendukung strategi pertahanan melalui program Kementerian Pertahanan, dinilai cukup fantastis. Dana ini, bahkan diakui sebagai dana terbesar di Kementerian Pertahanan sejak 2016.

"Hati-hati penggunaan dana ini, tapi saya yakin pak Menhan ini kalo urusan anggaran itu detil. Saya juga merasa aman untuk Rp127 triliun ini," lanjut Jokowi dalam sambutannya.

(BACA JUGAElang Hitam, Drone Militer Pertama Indonesia)

Mantan rival politik dua periode pemilihan presiden ini, kini tampak kompak dalam memperkuat pertahanan Indonesia. 

Usai berikan sambutan, Jokowi bersama Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju lakulan peninjauan alutsista di gedung Kemenhan, dan ditutup dengan sesi foto bersama.

ANAN SURYA

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments