hero
Wisatawan berbaris di bagian pengawasan kesehatan terminal kedatangan bandara internasional Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand, Minggu (19/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/foc/djo

EDITOR : OCTOBRYAN

23 Januari 2020, 13:45 WIB

INDONESIA

Virus Corona atau coronavirus menjadi trending topik masalah kesehatan di awal tahun 2020 setelah puluhan penduduk kota Wuhan di China serentak jatuh sakit setelah mengunjungi pasar hewan Hua Nan. 

CBS NEWS melaporkan, Sepanjang 31 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020, 59 orang dirawat di rumah sakit dengan gejala pneumonia--infeksi pada jaringan dan kantung udara di paru-paru. 7 orang di antaranya kritis, 2 lain meninggal pada 16 dan 17 Januari. 

Para penumpang memakai masker terlihat di ruang tunggu untuk kereta menuju Wuhan di Stasiun Kereta Api Beijing Barat, menjelang Tahun Baru Imlek di Beijing, China, Senin (20/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/wsj/cfo

Virus juga telah menyebar ke beberapa negara yaitu Amerika Serikat (1 kasus), Thailand (3), Taiwan (1), Korea Selatan (1), Makau (1) dan Jepang (1).

Perkembangannya sampai saat ini, corona sudah menyebabkan sembilan orang meninggal dan 440 korban terinfeksi. Otoritas China bahkan masih mengisolasi 11 juta penduduk kota Wuhan agar virus tidak menyebar lebih banyak.

Pegawai Foxconn memakai masker saat menghadiri acara akhir tahun perusahaan di Taipei, Taiwan, Rabu (22/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Yimou Lee/hp/djo

Pangkal musababnya akhirnya diketahui: Novel Coronavirus (2019-nCoV), jenis virus baru yang satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS. Orang yang terinfeksi virus ini akan memiliki gejala mirip pneumonia.

Virus ini menjadi sorotan sebab memiliki kesamaan genetik dengan SARS yang pernah membunuh lebih dari 800 orang di China dan Hong Kong pada 2002-2003.

Seorang pria mendorong bagasinya saat seorang anak duduk diatasnya dengan masker di Stasiun Kereta Api Beijing Barat, menjelang Tahun Baru Imlek, di Beijing, China, Senin (20/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/wsj/cfo

Kekhawatiran semakin memuncak saat ilmuwan terkenal dari Komisi Kesehatan China menyatakan virus bisa menular dari manusia ke manusia. World Health Organization (WHO) menyatakan masih menyelidiki wabah ini.

Khawatir virus menyebar ke Indonesia, Kementerian Kesehatan menyiagakan sejumlah rumah sakit sebagai rujukan untuk menangani virus tersebut.

Wisatawan menggunakan masker saat mengunjungi Lapangan Tiananmen di Beijing, China, Rabu (22/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee/hp/djo

Rumah sakit tersebut adalah RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat; RS Persahabatan, Jakarta Timur; dan RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Rumah sakit tersebut sebelumnya pernah digunakan ketika kasus flu burung merebak di Indonesia.

“Ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah, bukan hanya pemerintah Indonesia tapi juga WHO,” ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono seperti dikutip dari Situs Kemenkes, Kamis, (23/1/2020).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendrra Waworuntu (kedua kanan), Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan R Vensya Sitohang (kiri), Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Widyawati (kanan) dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf (kedua kiri) memberikan keterangan pers mengenai novel Corona Virus (nCoV) di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Kementerian Kesehatan menyiagakan 100 rumah sakit rujukan dan menyiapkan termoscanner di 135 pintu masuk negara untuk mendeteksi masuknya virus yang tengah mewabah di Wuhan, China tersebut. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sedangkan dari sisi pintu masuk negara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabungan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, dr. Anas Ma’ruf mengatakan pihaknya sudah meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan ini terutama di pintu masuk negara yang melayani rute langsung dari China.

Terdapat 19 pintu masuk dari Indonesia yang memiliki akses langsung ke China antara lain, Tangerang, Jakarta, Bandar Lampung, Bandung, Jambi, Samarinda, Palembang, Surabaya, dan Batam.

Petugas kesehatan mengamati pemindai panas yang mendeteksi suhu tubuh penumpang di pemeriksaan keamanan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. (NET/Iqwan) 

“Dalam kondisi rutin seluruh kedatangan internasional semua selalu dilakukan pemeriksaan termoscanner meskipun tidak ada penyakit yang diwaspadai," ujarnya.

Kasus yang perlu dicurigai terinveksi nCoV adalah :

1. penderita Infeksi saluran pernapasan akut berat (Severe Acute Respiratory Infection/SARI), dengan riwayat demam dan batuk serta penyebab yang belum pasti, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina dalam waktu 14 hari sebelum timbulnya gejala.

2. Seseorang yang sakit dengan gejala klinis yang tidak biasa, kemudian terjadi penurunan kondisi umum mendadak meskipun telah menerima pengobatan yang tepat, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat perjalanan.

3. Penderita Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA) ringan atau berat, yang dalam 14 hari sebelum timbulnya penyakit, telah terpajan dengan:

a. Kontak erat dengan kasus positif infeksi nCoV;
b. Mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan di negara-negara terjangkit nCoV;
c. Mengunjungi atau bekerja di pasar hewan di Wuhan,Cina;
d. Memiliki riwayat kontak dengan hewan (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di negara terjangkit nCoV pada hewan atau pada manusia akibat penularan hewan (zoonosis).

dr. Annas menyarankan kepada masyarakat Indonesia yang berada di Wuhan untuk menghindari wilayah yang menjadi penyebaran penyakit akibat nCoV, menghindari kontak yang diduga menderita nCoV, berperilaku hidup bersih dan sehat, dan jika sakit segera berobat ke Fasyankes.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments