EDITOR : OCTOBRYAN

16 Januari 2020, 14:35 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Viralnya sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, membuat publik bertanya-tanya siapa sosok Toto Santosa pemimpin Kerajaan Keraton Agung Sejagat itu.

Tidak sulit melacak jejak digital pria 42 tahun tersebut. Dalam beberapa postingan di media sosialnya pria bergelar Sinuhun ini kerap mengunggah foto pertemuan dengan sejumlah koleganya. 

Rumah kontrakan Toto Santosa Raja Keraton Agung Sejagat di Jalan Berjo-Pare, RT 05 RW 04, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman ditutup paksa warga. (NET/Sigit)

Dalam akun berpengikut 4592 orang itu, tidak ada satu pun yang menerangkan bahwa Toto adalah keturunan raja atau yang memperoleh wahyu untuk menguasai dunia.

Saat mendeklarasikan Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso sendiri ternyata adalah pedagang angkringan di rumah kontrakannya di Jalan Berjo-Pare, RT 05 RW 04, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

Aktifitas rumah kontrakan Toto Santosa Raja Keraton Agung Sejagat di Jalan Berjo-Pare, RT 05 RW 04, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

Menurut pantauan NET.Z di lokasi, usaha angkringan tersebut terletak di sisi rumah kontrakannya. Bermodal gazebo, Totok memulai usahanya sejak setahun lalu.

"Izin ke perangkat desa untuk buka usaha angkringan sebelumnya ada koperasi tani," ujar Tejo, tetangga Toto, Rabu (15/1/2020).

Lokasi usaha angkringan milik  Toto Santosa Raja Keraton Agung Sejagat di Jalan Berjo-Pare, RT 05 RW 04, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. (NET/Sigit)

Usaha itu, menurut Tejo, hanya berjalan setengah-setengah. Selebihnya, aktifitas di rumah besar itu lebih banyak anggota organisasi yang tengah dijalankan Toto. Usaha itu kemudian benar-benar ditutup setelah Polda Jawa Tengah menggeledah rumah tersebut.

"Anggotanya kebanyakan bukan warga desa sini, orang dari jauh semua," lanjut Tejo.

Kirab Jumenengan yang dilakukan anggota kerajaan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Purworejo, Jawa Tengah. (NET/Widodo)

Menurut informasi yang diperoleh, sebelum mendeklarasikan Keraton Agung Sejagat, Toto sempat membuat organisasi Jogja Development Committe (Jogja DEC) sekitar tahun 2016-2017.

Organisasi itu memungut uang pendaftaran dan iuran dari warga yang ingin menjadi anggota organisasi dengan biaya sekitar Rp 50 ribu. 

Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santosa (kiri) dan Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia saat melakukan Kirab Jumenengan di Desa Pogung Jurutengah, Purworejo, Jawa Tengah. (NET/Widodo)

Jika sudah menjadi anggota, Toto menjanjikan imbalan berupa gaji sebesar US$ 100-200 per bulan yang diambilkan dari simpanan sebuah bank di Swiss.

Benar saja, janji dari Toto yang saat itu mengaku sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara Jogja DEC itu tak pernah terwujud hingga satu per satu anggota organisasi itu mundur.

(BACA JUGA: Sejarah Sesat Kerajaan"Kaleng-kaleng" Keraton Agung Sejagat)

Jogja Dec lantas tenggelam dengan sendirinya dan tak terdengar lagi kabarnya sampai belakangan munculnya Keraton Agung Sejagat yang memunculkan nama Toto lagi.

SIGIT PAMUNGKAS

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments