EDITOR : OCTOBRYAN

15 Januari 2020, 19:40 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Kepolisian Daerah Jawa Tengah resmi menetapkan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) sebagai tersangka. Keduanya dijerat Pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

"Kami sudah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan ke tahap penyidikan kepada tersangka sejak tanggal 14 Januari kemarin," ujar Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Rabu (15/1/2020).

 

Rycko melanjutkan, pihaknya telah menemukan bukti kuat untuk menjerat keduanya. Salah satu motif yang menguatkan ialah menarik dana masyarakat menggunakan cara tipu daya.

"Mereka menggunakan simbol kerajaan Keraton Agung Sejagat dan menawarkan harapan kepada masyarakat dengan sebuah ideologi," tambahnya.

Sejumlah pengikut Keraton Agung Sejagat melakukan parade kebudayaan. (Twitter @aritsantoso)

Untuk menguatkan bukti tersebut, tutur Rycko, Polisi juga bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menelusuri sejarah dari Keraton Agung Sejagat itu. Ia berharap, kasus ini tidak meluas ke daerah-daerah lain.

"Tidak hanya aspek yuridis, kami juga menilai dari aspek filosofis dan aspek historis," ungkap Rycko.

Pimpinan Keraton Agung Sejagat Toto Santoso saat melakukan parade budaya. (Twitter @aritsantoso)

Viralnya kerajaan baru di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa tengah ini bermula saat video rekaman acara Wilujengan dan Kirab Budaya yang digelar pada Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020) oleh para anggota kerajaan beredar luas di media sosial. 

Sang Raja Toto Santosa mengklaim bahwa dirinya merupakan Rangkai Mataram Agung. Totok memiliki misi menjadi juru damai dunia dan mengklaim punya lebih dari 400 pengikut, baik itu dari bangsa manusia ataupun jin.

Permaisuri Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia saat melakukan parade budaya. (Twitter @aritsantoso)

Masyarakat setempat pun merasa tidak nyaman dengan kegiatan yang dilakukan oleh Keraton Agung Sejagat. Beberapa di antaranya khawatir bahwa mereka adalah aliran sesat. 

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments