hero
Arpah korban penipuan balik nama kepemilikan tanah. (NET/Damar)

EDITOR : OCTOBRYAN

14 Januari 2020, 14:45 WIB

DEPOK, INDONESIA

Kasus penipuan balik nama kepemilikan tanah nenek tunaaksara bernama Arpah mulai menemukan titik terang. Polisi akhirnya menetapkan AKJ, tetangga Arpah sebagai tersangka.

Kasus yang menimpa perempuan berusia 69 tahun ini tergolong licik. Pelaku berusaha menipu Arpah yang tidak bisa baca tulis dengan cara membayar tanah dan rumah sebesar Rp300 ribu.

Arpah, korban penipuan balik nama kepemilikan tanah. (NET/DAMAR)

Kasus penipuan yang dialami Nenek Arpah ini memang sempat membuat publik geram dan mengecam habis-habisan tetangga sang nenek yang tega menipunya seperti itu.

Ditemui NET.Z di rumahnya di Beji, Depok, Senin (13/1/2020), Arpah hanya meminta hak tanahnya seluas 103 meter dikembalikan kepadanya. "Nenek sih maunya itu aja gak minta apa apa, yang penting tanah saya kembali," ujarnya pasrah.

Salinan surat sertifikat tanah milik Arpah. (NET/Damar)

Bukan tanpa perlawanan, Arpah sudah dua kali menggugat perdata kepemilikan sertifikat tanah yang sudah berganti nama menjadi milik pelaku. Namun, usaha itu kandas lantaran Pengadilan Negeri Depok menganggap bukti yang dilampirkan kurang kuat.

"Alasannya kurang perapihan, serta kurangnya data dan juga saksi," ujar Willy Bustam kuasa hukum Arpah.

Salinan surat sertifikat tanah milik Arpah. (NET/Damar)

Tak ingin menyerah begitu saja, ia tetap mencari cara agar kasus ini tetap diusut lebih lanjut oleh pihak yang berwajib. Kini laporan tersebut telah diterima oleh Polresta Depok dan juga sudah ditandatangani oleh tim penyidik Satreskrim.

"Penyidik sedang mendalami laporan dan memanggil beberapa saksi," tambah Willy.

Tim kuasa hukum menunjukan lokasi tanah milik Arpah. (NET/Damar)

Peristiwa itu bermula ketika Arpah menjual tanah menjual tanahnya seluas 299 meter pada tahun 2015. Kemudian Arpah melakukan transaksi dengan ayah tiri AKJ senilai Rp315 juta untuk jual beli tanah seluas 196 meter. Meski telah menjual tanahnya, Arpah masih punya sisa tanah lagi seluas 103 meter.

Saat proses jual beli, Arpah justru memberikan sertifikat tanah keseluruhan kepada AKJ. Ia bermaksud menyerahkannya kepada AKJ untuk diurus masalah pemecahan sertifikat tanahnya.

Suasana lokasi tanah milik Arpah. 

Arpah bersama mendiang suaminya kemudian diajak pergi jalan-jalan ke Bogor oleh AKJ. Namun di tengah jalan, mereka justru diajak ke kantor notaris. Arpah kemudian diminta membubuhi cap jempol di atas dokumen yang tidak dia ketahui isinya.

Ternyata, kertas itu adalah akta jual beli yang artinya ada transaksi jual beli tanah antara Arpah dengan AKJ. Tanah yang dimaksud tidak lain ialah sisa tanah Arpah seluas 103 meter persegi.

Suasana di lokasi tanah milik Arpah. (NET/Damar)

Tidak hanya itu, AKJ juga membuat sertifikat balik nama untuk sisa tanah Arpah. Wanita paruh baya itu kemudian diberi uang Rp300 ribu.

Tahun berganti, Arpah mendadak shock ketika debt collector mendatangi kediamannya. Ketika itu, pihak bank meminta Arpah untuk keluar dari rumah lantaran tidak membayar pinjaman uang sebesar Rp200 juta. Saat itulah baru diketahui bahwa tanahnya sudah berpindah tangan. Sertifikatnya pun tak lagi atas nama Arpah.

(BACA JUGABukan Sembarang Nenek! Lim Jong So Binaragawati Umur 75 Tahun)

Akibatnya, Arpah terpaksa menumpang tinggal di rumah kerabatnya hingga tinggal di rumah anaknya. Setelah mediasi keluarga dan kuasa hukum, AKJ berjanji akan mengembalikan sertifikat kepada Arpah dengan nama awal (nama Arpah) selambatnya Desember 2017.

Namun itu hanya isapan jempol, Arpah kemudian melaporkan AKJ secara pidana atas kasus penipuan dan penggelapan. Kasusnya kini sedang bergulir menuju persidangan di PN Depok.

DAMAR PAMUNGKAS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments