hero
Macam warna Granat asap. (Boystoyshop.co.za)

EDITOR : OCTOBRYAN

3 Desember 2019, 16:00 WIB

INDONESIA

Selasa 3 Desember 2019, kawasan Monumen Nasional diguncang ledakan yang menyebabkan dua orang anggota TNI terluka. Polisi menduga penyebabnya berasal dari granat asap. Sebenarnya, apa sih granat asap itu?

Dikutip dari berbagai sumber, granat asap adalah sejenis granat tangan yang berbentuk silinder logam dengan lubang di bagian atasnya dan penggunaannya harus dilempar. Walaupun bisa meledak, namun sifatnya ledakannya tidak merusak. 

Jenis granat asap (Forumescapefromtarkov)

Ada beberapa jenis granat asap, pertama yang tidak berwarna, fungsinya untuk menyembunyikan gerakan tentara saat perang. 

Isinya merupakan bahan campuran hexachloroethane – zinc dan aluminium granular. Cara menggunakannya mudah, cukup tarik cincinnya dan lemparkan ke target.

Seorang tentara melakukan kamuflase menggunakan granat asap agar posisinya tidak diketahui musuh. (Marines.mil) 

Kedua, yang berwarna, fungsinya sebagai isyarat dari darat ke udara, penanda zona pendaratan, serta kode untuk target penyerangan. Biasanya berwarna merah, hijau, kuning, dan ungu. 

Kandungannya kebanyakan berisi kalium, klorat, laktosa, dan zat pewarna sebanyak 250 – 350 gram. Cara kerjanya hampir sama, cukup tarik cincin tuasnya, lempar dengan tangan, dan asap pun akan keluar saat itu juga.

Kendaraan lapis baja melontarkan granat asap. (Wikimedia Cummons)

Ada juga jenis granat asap yang meledak, isinya adalah fosfor putih yang mudah terbakar saat kontak dengan udara. Biasanya digunakan oleh pasukan infanteri dan kendaraan tank tempur. Cara kerjanya harus dilontarkan menggunakan alat khusus. Asapnya jauh lebih tebal dari biasanya.

(BACA JUGACanggihnya Senjata Pesanan Brimob yang Tak Dimiliki TNI)

Tidak hanya digunakan oleh kalangan militer dan polisi, granat asap ternyata juga bisa digunakan oleh warga sipil lho, biasanya untuk kebutuhan olahraga, permainan airsoft gun, bahkan fotografi. Cara mendapatkannya pun mudah, karena sudah dijual secara online dan offline.

Walau sebenarnya tidak berbahaya kita tetap harus berhati-hati pada asapnya, karena jika terhirup, bisa mengganggu sistem pernafasan kita. Tidak hanya itu, jika terkena mata akan menimbulkan rasa perih yang mengganggu penglihatan kita, serta bila terkena kulit, akan menimbulkan iritasi.

NUGRAHANTO MARGO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments