hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

5 September 2019, 13:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memastikan kenaikan tarif iuran BPJS sebesar 100 persen sudah melewati kalkulasi yang matang. Moeldoko meminta masyarakat untuk menerapkan pola pikir (mindset) bahwa sehat itu mahal dan butuh perjuangan. 

Hal ini disampaikan Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Rabu sore. Moeldoko menegaskan kenaikan iuran penting untuk membenahi BPJS kesehatan yang terus mengalami defisit dari waktu ke waktu. 

Kenaikan tarif iuran BPJS sebesar 100 persen sudah melewati kajian dan tidak ada cara lain yang bisa ditempuh selain menaikan iuran tersebut. Namun Moeldoko mengakui kenaikan iuran bukanlah satu-satunya solusi. Presiden telah menginstruksikan BPJS untuk memperbaiki tata kelola.

Seorang warga yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berunjuk rasa di bawah Jembatan Layang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/9/2019). Dalam aksi unjuk rasa tersebut mereka menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena dinilai memberatkan rakyat miskin serta BPJS Kesehatan masih terdapat pelayanan yang kurang maksimal kepada pasien peserta BPJS. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Moeldoko juga menyebut kenaikan tarif iuran BPJS dilakukan untuk menyadarkan masyarakat bahwa sehat itu tidaklah murah. Sehat itu mahal dan butuh perjuangan. “Saya pikir semua masyarakat harus memahami itu karena nanti jangan sampai mengharamkan sehat itu murah. Ya sehat itu mahal perlu perjuangan kalau sehat itu murah nanti orang menjadi manja. Itu tidak mau mendidik dirimu untuk menjadi sehat. Begitu sehat itu perlu perjuangan, perlu olahraga, perlu mengurangi rokok, kan begitu,” kata Moeldoko.

Walaupun menuai banyak kritik, rencananya kenaikan tarif iuran BPJS akan tetap dilakukan dan berlaku per tanggal 1 Januari 2020. Iuran kelas I akan naik dari 80 ribu menjadi 160 ribu per orang per bulan. 

Iuran kelas II naik dari 59 ribu menjadi 120 ribu dan iuran peserta penerima bantuan iuran yang dibayar pemerintah juga akan naik dari 23 ribu menjadi 42 ribu per orang per bulan.

TIFFANY ALHAMID

16

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments