hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

3 September 2019, 14:10 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Kecelakaan lalu lintas di kilometer 91 Tol Cipularang, Bandung-Jakarta, Senin siang kemarin, menyisakan trauma mendalam. Selain karena melibatkan hingga 21 mobil dan menewaskan delapan orang, para korban selamat juga harus berjuang melawan trauma yang dialami.

Salah satu keluarga dari korban selamat, Dicky Yan Hendra juga mengisahkan bagaimana kronologi kecelakaan yang menimpa adiknya. Sang adik pada saat kejadian sedang dalam perjalanan pulang usai berlibur dari kawasan Ciwidey bersama enam anggota keluarga lainnya.

Korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 menjalani perawatan medis di RS MH Thamrin, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

“Memang adik saya ini pergi liburan sekeluarga karena mereka sudah ada tujuan refreshing. Mereka ke Ciwidey, balik Senin pagi. Pas jalan pulang ke Jakarta di km 91 mereka sudah liat truk pasir yang terguling jadi otomatis sudah berhenti beberapa mobil disitu. Pas mereka berhenti, mereka juga enggak mikirin tiba-tiba ada tubrukan dari belakang beruntun. Sudah gitu mereka enggak tahu lagi,” kata Dicky.

Meski luka-luka fisik sudah mulai pulih namun hingga saat ini sang adik pun masih trauma sehingga sulit untuk diajak berkomunikasi. “Kosong aja. Ditanya enggak ngerespon. Kalau diajak komunikasi dia bengong,” tukas Dicky lagi.

Dicky merupakan salah satu dari sekian banyak keluarga korban lainnya yang hingga saat ini masih dalam masa pemulihan. Tercatat, tersisa 10 korban yang masih dirawat di RS Thamrin, Purwakarta. Sebagian besar lainnya sudah dibawa pulang atau dirujuk ke rumah sakit lain.

Petugas Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar melakukan olah tkp kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Olah tkp tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan delapan orang tewas pada Senin (2/9/2019). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Sementara untuk korban meninggal dunia masih ada 4 jenazah yang belum teridentifikasi. “Sekarang masih ada 4 jenazah lagi yang belum bisa kita identifikasi. Kenapa kita belum bisa identifikasi? Karena memang kondisi jenazah luka bakar sehingga sulit untuk dikenali dari ciri khas dan lain sebagainya. Namun data-data posmorthem sudah kita ambil,” ujar Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Arios Bismark. 

Selanjutnya, untuk koordinasi antara keluarga korban dengan pihak rumah sakit dan kepolisian sejauh ini juga berjalan lancar. Untuk biaya rumah sakit,  keluarga korban mengaku masih mendapat bantuan dari pihak Jasa Raharja sebesar 20 juta rupiah per-orang untuk korban luka.

NABILLA PUTERI | FRANSISKA ANIS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments