hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

22 Agustus 2019, 10:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam rangka klarifikasi atau bertabayun terkait video ceramahnya yang viral. Pertemuan dilakukan di Kantor Pusat MUI, Jakarta Pusat, Selasa siang.

Usai melakukan pertemuan tertutup UAS langsung menyampaikan lima poin yang berisi klarifikasi dan keterangan terkait video ceramah tersebut. Salah satu poinnya  menyatakan bahwa video yang viral tersebut berisi ceramah subuh yang dilakukan dirinya 3 tahun lalu.

Dirinya saat itu hanya menjawab pertanyaan di hadapan peserta kajian secara tertutup di dalam masjid dan tidak memberikan kajian yang dinilai menistakan agama non muslim. Selain itu, UAS menegaskan dirinya tak perlu meminta maaf atas kontroversi soal video yang beredar, lantaran yang dibicarakan dirinya adalah soal akidah Islam yang disampaikan di internal umat. 

“Inti permasalahan saya punya kajian di masjid An Nur Pekanbaru Riau setiap subuh. Satu jam materi setelah itu tanya jawab. Maka video itu adalah menjawab pertanyaan,” tukas UAS. 

Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan tausiyah pada acara Tabligh Akbar di Serpong, Tangerang, Selatan, Banten, Rabu (11/7). Tabligh yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah ini diadakan dalam rangka Halal Bihalal masyarakat Serpong pada perayaan Idulfitri 1439 H. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

UAS menambahkan bahwa ceramah itu disampaikan di tengah komunitas masyarakat muslim di dalam masjid, di tempat tertutup, di dalam kajian Sabtu subuh. “Bukan di Damai Indonesiaku TV One, bukan tabligh akbar tanah lapang stadion sepakbola, papar UAS lebih lanjut. 

UAS pun menjelaskan bahwa yang ia jelaskan adalah soal aqidah keyakinan seorang muslim terkait malaikat yang tidak mau masuk ke dalam rumah karena ada patung.

Sementara itu, pihak MUI menegaskan dari dialog tertutup antara UAS dan sejumlah pimpinan MUI diputuskan bahwa MUI tidak akan masuk ke ranah hukum. MUI akan berkeliling melakukan silaturahmi antar tokoh masyarakat dan lintas agama pada pekan depan agar masalah ini tidak meluas demi kerukunan antar umat beragama.

Kuasa hukum organisasi massa (ormas) Brigade Meo, Yacoba Susanti Siubelan (kiri) bersama sejumlah kuasa hukum lainnya dan Ketua Brigade Meo NTT Jacobis Mercy Siubean (kanan), melaporkan Ustad Abdul Somad ke Polda NTT di Kota Kupang, NTT, Senin (19/8/2019). Ustad Abdul Somad dilaporkan ke Polda NTT menyusul menyebarnya video yang berisi dugaan penistaan simbol agama umat Kristen dan Katolik saat memberikan ceramah. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

MUI mengkhawatirkan jika masalah ini dilanjutkan ke ranah kepolisian hanya akan memicu aksi saling lapor antar umat beragama. “Apabila ada gugatan secara hukum maka itu tidak akan selesai karena itu sangat peka masalahnya. Bisa akan ada gugatan-gugatan yang lain dari pihak yang berseberangan,” kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI, KH. Masduki Baidlowi.  

MUI mengingatkan hal sensitif seperti ini akan mudah memanaskan situasi, tidak hanya di ranah hukum tapi jika sudah terseret masuk ranah politik. “Itu begitu mudah ditunggangi oleh pihak lain yang memang berkenginan agar negara ini tidak kondusif. Pertemuan antar tokoh agama itu menjadi kunci dari proses penyelesaian ini,” pungkas Masduki.

NOVENTRI ARIO PUTRA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments