hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

12 Juli 2019, 14:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun akhirnya keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengenakan rompi oranye, Jumat pagi. Nurdin resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap proyek reklamasi setelah diperiksa intensif selama sekitar 11 jam.

Tak hanya Nurdin, KPK juga menahan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri  Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono, dan pihak swasta pemberi suap, yaitu Abu Bakar. 

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/7/2019). KPK menahan Nurdin Basirun yang tertangkap saat operasi tangkap tangan (OTT) seusai menjalani pemeriksaan terkait dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut serta proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018/2019. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

BACA JUGA:
Begini Ekspresi Gubernur Kepri Nurdin Basirun Usai Terjaring OTT KPK

Dengan tangan terborgol dan menggunakan rompi oranye, ke-empat tersangka tidak ada satupun yang mau memberikan keterangan kepada awak media yang telah menanti di luar Gedung KPK. Budi Hartono keluar pertama kali dari gedung KPK, kemudian disusul Nurdin Basirun, lalu Abu Bakar, dan terakhir Edy Sofyan.

Nantinya mereka akan ditahan selama 20 hari ke depan di tempat berbeda-beda. Nurdin ditahan di Rutan KPK, Edy Sofyan di Rutan KPK Cabang Guntur, Budi Hartono di Rutan Polres Jakarta Timur. Sementara Abu Bakar di Rutan Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK.

RADIKA KURNIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments