hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

6 Juli 2019, 08:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Budaya pop dan modern ala Korea Selatan marak dan menjadi tren di mana-mana, termasuk Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu Korea Selatan punya sejarah kelam di masa lalu. Dulu, Korea adalah satu, sebuah negeri di semenanjung Korea yang berjuang untuk merdeka dari tangan penjajah. Namun, pada 25 Juni 1950, Perang Korea pecah dan berujung pada terpisahnya Korea menjadi Korea Selatan dan Korea Utara. Selama tiga tahun, perang ini menyebabkan 3 juta orang tewas dan sekitar 10 juta anggota keluarga terpisah.

Perang berakhir setelah penandatanganan Perjanjian Gencatan Senjata Panmunjom tahun 1953. Dalam kesepakatan ini dibentuklah zona penyangga yang membatasi  Korea Utara dan Korea Selatan guna menghindari konflik militer. Zona inilah yang dikenal dengan nama Demilitarized Zone (DMZ).

Sebagian foto yang menangkap suasana di garis batas Korut-Korsel. (NET/ Bandha Prasetyo)

Bukti-bukti masa kelam Korea masih tertinggal jelas di zona ini. Agar lebih mengenal sejarah Korea, pemerintah Korea Selatan sudah membuka wisata DMZ. Namun di luar wilayah wisata, DMZ masih memiliki beberapa wilayah yang tidak boleh dikunjungi oleh masyarakat sipil.

Nah, buat kamu yang belum bisa berkunjung ke DMZ namun penasaran soal perbatasan Korea Selatan dan Utara ini, bisa datang ke Museum Nasional Indonesia. Semuanya terpapar jelas di pameran "Korea’s DMZ-In Search for the Land of Peace and Life Photographic Exhibition of Choi Byung Kwan".

Choi Byung Kwan berdiri di sebelah foto favoritnya: Topi tentara berlubang peluru yang ditumbuhi bunga. (NET/ Bandha Prasetyo)
Choi Byung Kwan menjelas foto "Freedom Brigde" pada pengunjung museum (04/07/19). (NET/ Bandha Prasetyo)

Choi Byung Kwan merupakan satu-satunya fotografer sipil Korea Selatan yang mendapatkan akses untuk memotret seluruh wilayah DMZ. Ia mengabadikan setiap jengkal wilayah DMZ selama enam tahun. Lewat karya-karyanya yang dipajang di Museum Nasional Indonesia, kamu bisa membayangkan seperti apa tragedi Perang Korea yang pernah berkecamuk.

Ada banyak hal yang ingin disampaikan Choi lewat karyanya, salah satunya tentang perdamaian. “Pertama, saya ingin menyampaikan dan kehidupan itu tidak hanya penting bagi manusia tapi juga untuk ekosistem. Kedua, saya ingin menyampaikan bahwa perang meninggalkan banyak kesedihan. Itu adalah hal yang ingin saya tunjukkan lewat foto-foto saya,” ungkapnya saat ditemui NET.Z Kamis, 4 Juli 2019.

Pengunjung bisa meninggalkan pesan perdamaian di pameran. (NET/ Bandha Prasetyo)

Potret yang menampilkan tragedi sekaligus keindahan ini sebenarnya telah dicetak menjadi sebuah buku berjudul “Korea’s DMZ: In Search for Peace and Life. Sayangnya buku ini tidak dijual di Indonesia. Nah, buat kamu yang ingin tahu lebih banyak sisi lain Korea kamu harus banget datang ke pameran yang diselenggaran oleh Korean Cultural Center (KCC) ini. Pameran ini dibuka sampai 20 Juli 2019. Kamu tinggal datang saja ke Museum Nasional Indonesia. Tapi jangan datang hari Senin ya, karena pameran ini tutup setiap Senin. Kamu juga bisa meninggalkan pesan perdamaian di sini.

Selamat menikmati sisi lain Korea!

NET.Z | HALIMAH TUSADIAH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments