hero
(NET)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

4 Juli 2019, 16:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan pernikahan sedarah karena bertentangan dengan Al-Quran surat An Nisa ayat 23 yang secara tegas melarang adanya pernikahan sedarah atau inses. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi Hukum MUI, Neng Djubaedah kepada Mayfree Syari dari NET di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis pagi. 

MUI pun memastikan pernikahan itu tidak sah dan batal demi hukum. “Sudah jelas MUI itu mengharamkan perkawinan sedarah selain dilarang surat Annisa, dilarang secara tegas di Al Quran. Kemudian dalam hadist Rasul dan diakomodir kompilasi hukum Islam yang berlaku untuk seluruh umat Islam di Indonesia,” kata Neng.

Dokumentasi pernikahan Ansar dengan adik kandungnya di Kalimantan Timur. (ISTIMEWA)

Menurut MUI, karena melanggar hukum kompilasi Islam yang berlaku di Indonesia sehingga jika dilakukan maka pelakunya dianggap melakukan kejahatan perkawinan. “Dalam pasal 8 UU No.1 Tahun 1974 ada larangan perkawinan karena hubungan darah. Nah kalau Islam sendiri ada di surat An-Nisa ayat 23 diantaranya larangan perkawinan karena hubungan sedarah, hubungan semendak atau mungkin karena hub sesusuan,” lanjut Neng.

Sebelumnya, Ansar seorang warga berusia 32 tahun asal Dusun Lembang, Desa Salemba, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan menikah dengan Fitriani, adik kandungnya yang berusia 20 tahun. Menurut keluarga, pernikahan antara Ansar yang merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara dengan adik bungsunya fitriani itu berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 23 Juni 2019 lalu. 

Hervina menunjukkan surat nikahnya dengan Ansar. Ansar merupakan pria yang menikahi adik kandungnya sendiri. (ISTIMEWA)

BACA JUGA:
Pernikahan Sedarah Gegerkan Warga Bulukumba, Sulsel

Keluarga mengaku tidak mengetahui pernikahan sedarah ini karena awalnya kakak beradik kandung ini pamit untuk bekerja di Malaysia. Terkait hal itu, awal Juli 2019 lalu, Herfina yang merupakan istri sah Ansar melaporkan Ansar ke polisi karena diduga melanggar pasal 284 KUHP tentang perzinaan dengan ancaman hukuman maksimal 9 bulan penjara.

MAYFREE SYARI | TIAFANNY FEBRIAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments