hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

1 Juli 2019, 12:05 WIB

MALAYSIA

Bau badan bukanlah hal yang aneh di Malaysia, apalagi iklim panas yang kerap membuat kita mudah berkeringat. Meskipun merupakan hal yang bisa, beberapa orang mendapat perlakuan berbeda karena masalah bau badan mereka.

Salah satu driver Grab, Fadhli Sahar, membagikan pengalamannya saat mengantarkan tiga penumpang dengan kebangsaan Bangladesh. Fadhli tetap mengantarkan penumpang tersebut meskipun beberapa orang menyarankan untuk tidak melakukannya, karena bau badan mereka sangat mengganggu.

Di Malaysia sendiri, imigran yang berasal dari Bangladesh kerap mendapat stigma negatif terkait bau badan. Saat itu pukul 4 sore ketika Fadhli mendapat permintaan dengan harga yang cukup mahal.

(World of Buzz)

“Tarif yang akan dibayarkan cukup tinggi, sekitar 130ribu rupiah jika saya tidak salah. Saya menerima pekerjaan itu. Dan ketika saya sampai di lokasi penjemputan saya melihat tiga orang Bangladesh yang sedang menunggu. Berdasarkan seragam yang mereka pakai, saya menebak mereka adalah penjaga keamanan,” ujarnya.

Ketika mobil yang Fadhli kemudikan mendekat salah satu dari mereka bertanya apakah Fadhli mau mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Fadhli pun dengan mantap mengatakan bahwa ia akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

“Ketika mereka mulai memasuki mobil saya, saya langsung menahan nafas secara refleks. Namun aku tidak dapat melakukannya untuk waktu yang lama. Maka saya pun berusaha mengakalinya dengan mengubah setelah AC dan menurunkan jendela agar udara segar dapat masuk.”

Biasanya, Fadhli akan berbincang-bincang dengan para penumpang saat mengantar mereka. Namun kali ini ia tidak melakukannya. Dua dari penumpangnya sedang tidur sementara salah satu dari mereka terus menatap ke arah Fadhli.

Sepertinya penumpang tersebut menyadari bahwa Fadhli merasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka. Fadhli terlihat gelisah dan terus menerus mengubah setelan ac dan menaik-turunkan jendela. Ketika Fadhli melihat ke arahnya melalui kaca spion, satpam tersebut membuang mukanya.

“Apakah kamu baik-baik saja, bos?” tanya satpam tersebut akhirnya.

Fadhli pun mengatakan kalau ia baik-baik saja. Bagaimana pun, Fadhli merasa bahwa membicarakan mengenai bau badan seseorang merupakan hal yang kasar dan tidak pantas. Baginya, pekerja imigran tidak ada bedanya dengan orang lain, mereka juga manusia.

Melihat hal itu satpam tersebut kemudian bercerita bahwa sebelum Fadhli muncul,  mereka telah ditolak oleh tiga driver berbeda. Rupanya para driver tersebut membatalkan pesanan setelah mengetahui bahwa pemesannya merupakan orang Bangladesh.

“Terkadang, driver malas mengambil rute yang terlalu jauh,” ucap Fadhli agar tidak melukai perasaan penumpangnya.

Segera setelah mereka sampai di tempat tujuan, satpam yang sebelumnya berbicang dengannya pun mengulurkan uang sebesar 350ribu rupiah padanya. Ketika Fadhli memberikan kembalian, sang satpam terus menerus menolak uang kembalian tersebut.

“Ambil saja, uang itu untuk anak-anakmu supaya mereka dapat makan enak. Terima kasih sudah mau mengantarkan kami,” jawab sang satpam.

Fadhli tentu saja merasa terkejut, pasalnya ia biasa mendapat tips sebesar 3ribu rupiah hingga 7ribu rupiah. Mendapat tip 170ribu rupiah rasanya terlalu banyak. Fadhli pun berusaha mengembalikan uang tersebut.

“Tidak apa-apa, ambil saja uang kembalian itu. Saya tahu kamu merasa tidak nyaman sepanjang perjalanan,” tolak satpam itu lagi.

“Itu bukan masalah, sudah menjadi tugas saja,” balas Fadhli.

“Ambil saja. Anda sudah mau mengantarkan kami. Hari ini bukan satu-satunya hari dimana kami ditolak berkali-kali. Sebagian besar hari juga seperti ini. Maka ambilah,” ujar satpam itu akhirnya.

Fadhli pun mengakhiri unggahannya dengan membagikan pendapatnya atas kejadian tersebut.

“Terkadang orang Bangladesh justru mengajarkan banyak pelajaran hidup pada saya. Meskipun mereka adalah imigran, mereka juga manusia. Mereka meliki perasaan, emosi, dan pikiran. Kita seharusnya menghormati semua orang tanpa terkecuali. Sampai sekarang saya masih tidak mengerti mengapa ada driver yang memilih penumpang mereka berdasarkan penampilan mereka. Jika itu adalah pekerjaan anda, maka anda harus melakukannya. Semua orang sejatinya sama saja.”

WORLD OF BUZZ

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments