hero
(FACEBOOK/ REBECCA JORDAN)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

24 Juni 2019, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Ketika masih kecil, banyak di antara kita yang senang bermain di taman bermain. Ayunan, perosotan, rumah-rumahan, hingga ring basket merupakan mainan yang sangat menyenangkan untuk dimainkan. Namun siapa sangka permainan yang terlihat menyenangkan itu bisa berbahaya bagi anak-anak bila dimainkan secara berlebihan?

Dilansir dari World of Buzz pada yang publish 20 Juni 2019, seorang anak laki-laki asal Florida, Amerika Serikat mengalami pendaharan akibat bermain ayunan terlalu kencang. Menurut sang ibu, Rebecca Jordan, sang anak sangat senang bermain ayunan dengan kencang.

Isi curhatan Rebecca Jordan di laman Facebooknya, Florida, Amerika Serikat. (FACEBOOK/ REBECCA JORDAN)

Rebecca menuliskan curhatannya pada laman facebooknya pada 30 Mei 2019. Ia menceritakan bahwa sang anak sedang bermain dengan temannya dan berkali-kali meminta untuk didorong dengan lebih cepat dan tinggi. Sang anak terlihat sangat bahagia saat itu.

Ilustrasi saat anak Rebecca Jordan bermain ayunan dengan sangat tinggi dan kencang, Florida, Amerika Serikat. (SAATCHIART)

Namun beberapa saat kemudian teman-temannya menghentikan ayunan tersebut ketika sang anak terjatuh dan pingsan selama beberapa menit. Anak tersebut pun langsung menuju ibunya dan berkata bahwa ia kesulitan bernapas dan kepalanya terasa begitu sakit. Mereka pun segera membawa sang  anak ke rumah sakit.

Yang langsung membuat tercengang para dokter dan perawat adalah kondisi anak tersebut. Terdapat warna kemerahan yang muncul di bagian atas kepala dan terdapat bintik-bintik merah di matanya.

Bintik-bintik merah di area mata anak laki-laki Rebecca Jordan, Florida, Amerika Serikat. (FACEBOOK/ REBECCA JORDAN)
Bintik-bintik merah di area mata anak laki-laki Rebecca Jordan, Florida, Amerika Serikat. (FACEBOOK/ REBECCA JORDAN)

“Pembuluh darah di mata dan kelopaknya pecah karena tekanan yang ekstrem. Tekanan yang terbentuk dari ayunan yang sangat ekstrem itu juga menyebabkan darah mengalir deras ke kepalanya,” ujar Rebecca.

Sebelumnya, dokter malah sempat mengira sang anak menyemprotkan cat berwarna merah ke kepalanya. Karena mereka belum pernah melihat jenis memar yang seperti itu.

Bagian kepala sang anak mengalami memar berwarna merah seperti terkena tinta cat, Florida, Amerika Serikat. (FACEBOOK/ REBECCA JORDAN)

“Meskipun begitu medis bekerja dengan cepat untuk memeriksa kepala, mata, telinganya. Mereka kemudian melakukan CT scan untuk pemeriksaan yang lebih,” lanjut sang ibu lagi.

Untung saja, hasil pemindaian menyatakan kondisi anak tersebut normal. Enggak ada cedera internal atau pembengkakan otak akibat pecahnya pembuluh darah.

Peristiwa ini tentunya dapat menjadikan para orang tua agar lebih waspada saat sang anak tengah bermain. Mengawasi dengan baik sang buah hati, agar enggak terjadi hal-hal yang enggak diinginkan.

 

WORLD OF BUZZ

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments