hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

20 Juni 2019, 18:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sosok ketua tim kuasa hukum dari dua kubu yang bersengketa di Mahkamah Konstitusi merupakan dua praktisi hukum senior dengan reputasi panjang di tanah air. Yusril Ihza Mahendra sebagai koordinator tim kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Bambang Widjojanto di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Yusril dikenal sebagai guru besar hukum tata negara sekaligus politikus. Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini punya segudang pengalaman di pemerintahan. Ia pernah menjadi menteri di tiga kabinet dengan tiga presiden berbeda. 

Yusril Ihza Mahendra berjalan keluar seusai menyerahkan berkas materi jawaban di Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Senin (17/6/2019). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001) Yusril dipercaya sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Pada era Presiden Megawati (2001-2004), ia ditunjuk sebagai Menteri Hukum dan HAM. Lalu pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2007), ia menjabat Menteri Sekretaris Negara. 

Yusril dilahirkan di Lalang, Manggar, Belitung Timur, 5 Februari 1956. Menamatkan pendidikan dasar hingga SMA-nya di Belitung, Yusril kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Indonesia. Ia belajar hukum tata negara di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1982. 

Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan kepada wartawan seusai menyerahkan draf bukti-bukti keterangan selaku pihak terkait dalam PHPU Pilpres 2019 kepada petugas di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (13/6/2019). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Yusril lalu melanjutkan pendidikan pascasarjana di program S2 University Of The Punjab, India. Sementara S3-nya ia peroleh di University Sains Malaysia dan meraih gelar doktor ilmu politik. Terakhir, Yusril dinobatkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum oleh almamaternya, UI.

Sepak terjang Yusril di dunia hukum cukup beragam. Pada 25 Juni 2010, Yusril sempat jadi tersangka kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) karena pada saat kasus tersebut terjadi, ia yang menjadi Menteri Hukum dan HAM. Yusril kemudian menempuh langkah yang tak terduga. Pada 6 Juli 2010, Yusril menggugat keabsahan kursi Jaksa Agung yang diduduki Hendarman Supandji ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Yusril Ihza Mahendra (ketiga kiri) bersama Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan (keempat kiri) melihat draf bukti-bukti keterangan selaku pihak terkait dalam PHPU Pilpres 2019 yang akan diserahkan kepada petugas di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (13/6/2019). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Hasilnya cukup mencengangkan, sidang MK pada 22 September 2010 yang dipimpin Mahfud MD memutus Jaksa Agung Hendarman Supandji harus berhenti dari jabatannya. Dua hari kemudian, Presiden SBY mengeluarkan keputusan presiden untuk memberhentikan Hendarman. Dalam perjalanannya kasus Sisminbakum akhirnya ditutup  pada 31 Mei 2012.

Kiprah Yusril sebagai advokat dimulai dengan mendirikan kantor pengacara IHZA & IHZA Law Firm. Sejumlah tokoh dengan nama besar pernah jadi klien Yusril, diantaranya: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Pengusaha Joko Tjandra, Mantan Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin, dan Mantan Dirut PLN Dahlan Iskan. 

Yusril Ihza Mahendra menyampaikan keterangan pada sidang lanjutan PHPU Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Selama pelaksanaan persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019, Yusril memperlihatkan kepercayaan dirinya akan mematahkan dalil-dalil kuasa hukum Prabowo-Sandi. Salah satunya usai mendengar keterangan dua saksi ahli paslon 02, Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono. “Seluruh dalil-dalil yang mereka ajukan kita bisa membantah, tapi ya sekarang kita serahkan ke majelis yang menilai subtansi hukumnya," ujar Yusril kepada NET, di Gedung MK, Kamis 20 Juni 2019.

Jalannya persidangan dan hasil keputusan MK dalam PHPU Pilpres 2019 tak hanya penting bagi Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi, tapi juga pertaruhan reputasi para pengacara kedua kubu, termasuk bagi Yusril Ihza Mahendra.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments