hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

17 Juni 2019, 12:05 WIB

CINA

Sosok pahlawan tidak hanya dapat kita temui di film-film dan cerita fiksi saja. Banyak di antara mereka justru ada di sekitar kita tanpa kita sadari. Seperti yang terjadi di Xinxiang, Henan, Cina ini, seorang anak berusia 11 tahun bernama Lu Zikuan rela menaikan bobot tubuhnya agar dapat menyelamatkan ayahnya tercinta.

Hal ini bermula ketika sang ayah divonis penyakit Leukimia 7 tahun yang lalu. Lambat laun kondisi ayahnya semakin memburuk dan mengharuskannya untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang. 

Setelah melakukan tes kepada seluruh anggota keluarga ternyata hanya Zikuan yang dapat mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Namun, mereka terkendala sesuatu, berat badan Zikuan tidak memenuhi syarat untuk melakukan donor. 

Saat itu berat badannya hanya 30kg, mengetahui hal ini Zikuan tidak menyerah. Ia berusaha merubah pola makannya untuk menaikkan bobot badannya. Tidak tanggung-tanggung ia makan hingga lima kali sehari agar dapat mencapai bobot 50kg.

Sampai saat ini ia sudah berhasil menaikkan bobotnya sebanyak 10kg. “Dokter mengatakan Untuk melakukan donor sumsum tulang belakang pendonor diharuskan setidaknya memiliki berat badan 45kg. Sedangkan, idealnya adalah 50kg,” Jelas Zikuan.

Dikutip dari World Of Buzz pada 14 Juni 2019, pengorbanan Zikuan tidak hanya itu, bocah laki-laki yang diketahui pintar di sekolah ini juga harus menerima ejekan teman-temannya yang meledeknya gendut. Namun menurut guru Zikuan di sekolah, setelah mereka mengetahui alasan Zikuan menaikkan berat badannya mereka berhenti mengejeknya.

Uniknya lagi, ketika ditanya apakah dia sedih dengan julukan yang dikatakan oleh teman-teman sekolahnya, Zikuan menjawab dengan tegas “Tidak”. Bocah itu justru mengatakan ia bangga karena dapat menyelamatkan ayahnya. Ia juga mengatakan “Selamatkan ayah dulu, baru turunkan berat badan,”

Tidak hanya Zikuan yang berjuang, ibunya juga harus berjuang untuk menghidupi keluarga mereka dengan gajinya yang pas-pasan sebagai karyawan supermarket. Pola makan Zikuan yang berubah ternyata mempengaruhi perekonomian keluarga mereka.

Gaji ibu Zikuan per bulannya hanya sebesar 2,000 Yuan atau setara dengan Rp 4,1 Juta. Sedangkan ibunya juga harus membiayai kedua adik kembar Zikuan yang berusia 8 tahun dan kedua mertuanya.

“Kami sudah menghabiskan lebih dari 500,000 Yuan (Sekitar Rp 1milyar) untuk pengobatan suamiku dan semua uang itu kami dapatkan dari pinjaman saudara dan teman.” imbuhnya.

Karena kesulitan ekonomi ini sekolah Zikuan juga membantu mereka untuk mengumpulkan dana pengobatan bagi ayahnya.

WORLD OF BUZZ

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments