hero
(ANTARA)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

10 Juni 2019, 15:52 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Jakarta, Ibukota Negara Republik Indonesia selalu menjadi primadona bagi para pendatang dari daerah. Terutama pasca lebaran, Jakarat kerap dipadari para pendatang baru yang ingi mencari peruntungan di Ibukota. Seperti Desi, gadis asli Semarang, Jawa Tengah ini sengaja datang ke Ibukota untuk mengadu peruntungannya di Jakarta.

Penumpang kereta api Tawang Jaya Lebaran tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (8/6/2019). Pada H+3 lebaran 2019, arus balik pemudik yang tiba di Stasiun Pasar Senen mulai mengalami peningkatan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

"Menurut aku di Jakarta itu semuanya bisa dicapai karir bisa naik terus relasi kerjanya juga banyak nggak hanya dari satu perusahaan aja teman teman di lain perusahaan juga banyak membantu aku di sini," ujar Desi yang merupakan lulusan ilmu Bisnis Ekonomi di Stasiun Senin, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Juni 2019.

Harapan Desi, ia bisa mendapat pengalaman yang lebih sebagai seorang freshgraduate di kota besar seperti Jakarta dibandingkan Semarang. Lain Desi lain pula Putri, gadis asal Salatiga ini sebelumnya pernah bekerja di kota asalnya namun sengaja datang ke Jakarta demi mendapatkan gaji dan pengalaman yang lebih besar. Putri pun yakin bahwa dia bisa bersaing dengan para pendatang baru lainnya. "Di Jakarta lebih banyak peluang kerja soalnya di daerah itu sedikit pilihannya terus  UMK nya juga lebih gede di sini," ungkap Putri.

Penumpang kereta api Tawang Jaya Lebaran tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (8/6/2019). Pada H+3 lebaran 2019, arus balik pemudik yang tiba di Stasiun Pasar Senen mulai mengalami peningkatan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi akan ada 71 ribu pendatang baru yang datang ke Ibukota. Jumlah ini meningkat dua ribu orang dibanding tahun 2018 lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa Operasi Yustisia atau Razia Dokumen Administrasi akan diganti menjadi Bina Layanan Kependudukan.

"Biasakan kalau warga datang harus lapor RT/RW, kalau tinggal lebih dari 24 jam harus lapor. Jadi bukan operasi di terminal-terminal atau di stasiun," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota, Senin, 10 Juni 2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berikan keterangan pers pada awak media di Balaikota Jakarta, Senin (10/6). (NET/Wisnu Adi)

Pengagas Indonesia Mengajar ini bahkan tidak risau atas peningkatan pendatang baru yang mungkin berakibat meningkatnya pemukiman kumuh di Jakarta. Menurut Anies, maslah tersebut dapat diseelsaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. "Yang penting adalah lapangan pekerjaan. Jadi kita mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, maka akan mendapat pekerjaan yang baik. Dengan mendapatkan pekerjaan yang baik, otomatis tempat tinggal pun akan lebih baik," ungkapnya. 

Menurut prediksi Anies, ada 10 wilayah kecamatan yang jadi sasaran pendatang baru diantaranya Tanjung Priok, Cilincing, Cakung, Pulogadung dan Jatinegara. 

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments