hero
(ISTIMEWA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

17 Mei 2019, 13:55 WIB

SWISS

Keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang terus diseriusi pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla ke Markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Laussane, Swiss, Rabu 15 Mei 2019. Dalam kunjungannya ini, Wapres bertemu dengan Presiden IOC Thomas Bach. 

Turut menyertai Wapres, Menko PMK Puan Maharani, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, dan Duta Besar RI Swiss Muliaman D Hadad. Dalam pertemuan tersebut Wapres menyampaikan lagi keinginan kuat Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah pesta olahraga dunia 2032 mendatang. Sebelumnya, pada 11 Februari lalu, Presiden RI Joko Widodo telah menyerahkan surat resmi pencalonan kepada Thomas Bach.

Wapres Jusuf Kalla (kiri) berjabat tangan dengan Presiden IOC Thomas Bach di Swiss. (ISTIMEWA)

"Memang penentuan baru akan diputuskan dalam sidang IOC di tahun 2024. Setidaknya, kedatangan Wapres ini memperlihatkan betapa seriusnya kita ingin menjadi tuan rumah Olimpiade setelah sukses di Asian Games 2018 lalu," ujar Erick Thohir di Laussane.

Erick mengatakan bahwa sejak berhasil menggelar Asian Games tahun lalu, pamor Indonesia semakin menjulang dan mendapat pujian dari berbagai negara. Di berbagai ajang dan forum internasional, perwakilan Indonesia sering diundang untuk hadir dan mendapat perhatian dunia. 

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir berbincang dengan Presiden IOC, Thomas Bach. (ISTIMEWA)

"Pengajuan Indonesia sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 merupakan kesempatan baik untuk menunjukkan kemampuan ekonomi Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia dan juga anggota G-20,” lanjut Erick. 

Usai pertemuan, Thomas Bach menyampaikan bahwa Indonesia dengan perkembangan ekonomi yang terus meningkat, sangat pantas menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade 2032. Menurut Erick, langkah selanjutnya yang harus dilakukan Indonesia adalah menyiapkan proposal bidding dan juga memperbanyak event olahraga internasional. "Mulai sekarang hingga 2024 mendatang, sudah harus dimulai untuk menyiapkan proposal bidding yang berisi sarana dan fasilitas yang ingin kita ajukan,” pungkas Erick. 

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments