hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

18 April 2019, 16:40 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan aparat keamanan tidak akan memberi toleransi atas tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat selama menunggu hasil perhitungan suara Pemilu 2019. Ia juga menambahkan bahwa TNI dan Polri akan menjaga stabilitas keamanan hingga berakhirnya seluruh tahapan pemilu tahun ini.

“Selanjutnya kami TNI Polri siap untuk menjaga stabilitas keamanan di tahapan-tahapan selanjutnya. Kami tidak akan mentolerir dan menindak tegas semua upaya yang akan mengganggu ketertiban masyarakat serta aksi-aksi inkonsistusional yg merusak proses demokrasi,” ujar Hadi.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kanan) memberi keterangan pers usai rapat koordinasi di Kementrian Koordinator Polhukam, Jakarta, Kamis (18/4). Mereka mengimbau agar masyarakat tidak melakukan mobilisasi apapun terkait kemenangan ataupun ketidakpuasan dengan Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menambahkan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pengumuman yang tidak resmi di luar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, Tito mengingatkan agar semua pihak tidak memobilisasi simpatisannya. Apalagi melakukan tindakan yang mengganggu stabilitas keamanan hingga berakhirnya tahapan Pemilu 2019.

“Saya menghimbau kepada pihak manapun untuk tidak mobilisasi baik untuk merayakan kemenangan misalnya atau mobilisasi tentang ketidakpuasan,” tukas Tito. 

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan sujud syukur usai konferensi pers tentang klaim kemenangannya di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Tiro menginformasikan bahwa kemarin polisi telah membubarkan mobilisasi simpatisan dari kedua paslon di Bundaran HI. “Dua-duanya kita bubarkan saya sudah memerintahkan kepada seluruh kapolda juga melakukan langkah yang sama,” lanjut Tito.

Tito meminta masyarakat tenang karena Polri dan TNI mampu mendeteksi gerakan-gerakan yang berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban nasional. Pernyataan Panglima TNI dan Kapolri disampaikan usai Rakorsus tingkat menteri tentang pengamanan pemilu pasca pencoblosan di Ruang Parikesit, Gedung Utama Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat.

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) bersama calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kiri), Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla (kedua kanan) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Rakorsus dihadiri segenap unsur pimpinan TNI Polri serta pimpinan institusi penegak hukum nasional. Diantaranya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan pejabat pejabat tinggi lainnya. Rapat ini digelar untuk membahas situasi nasional pasca pemilu serentak yang baru saja selesai. 

LARAS PUTRI | ERWIN WIDYASTAMA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments