hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

14 Maret 2019, 15:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar yang mengaku mengetahui kronologi pemecatan Prabowo Subianto menuai pro kontra. Dalam video berdurasi 9 menit yang telah beredar luas, Agum tak hanya menyindir mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto, tapi juga Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu berperan sebagai anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Agum menilai SBY bersikap inkonsisten karena mendukung Prabowo maju dalam kontestasi Pilpres 2019. Hal ini pun ditanggapi oleh putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), usai menyapa warga Pasanggrahan, Jakarta, Kamis siang. 

Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan sambutan saat kegiatan AHY Saweu (kunjungi) Aceh 2019 di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Selasa (5/3/2019). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

 “Sebetulnya saya juga heran, kok Pak Agum Gumelar punya statement seperti itu, saya pikir terlalu subjektif dan tendensius. Lalu justru kita juga heran sikap beliau itu,  pada tahun 2009 misalnya ketika Ibu Mega dan Pak Prabowo berpasangan menjadi kontestan Pemilu 2009 yang lalu, apa sikap beliau? Kita ingin tau juga,” kata AHY. 

AHY menilai sudah saatnya seluruh pihak menatap ke depan dan melupakan peristiwa-peristiwa yang belum terbukti kebenarannya. “Jangan terjebak di masa lalu yang belum tentu benar yang tidak produktif, tidak konstruktif,” tandas AHY.

ANAN SURYA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments