hero
(NET.CJ/Vivi Sanusi)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

30 April 2019, 06:05 WIB

DEPOK, INDONESIA

Keterbatasan fisik bukan menjadi alasan untuk berbuat sesuatu yang positif. Bahkan bukan berarti harus membatasi ruang gerak. Ungkapan tersebut tepat agaknya jika disematkan untuk Shanti Mendera. Setiap minggu pagi, ia meluangkan waktu untuk melatih yoga di kawasan kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. 

(NET.CJ/Vivi Sanusi)

Meski tangan kirinya tak sempurna tapi tak menyurutkan keinginannya untuk menjadi seorang instruktur yoga. Agar bisa mengajar dengan baik dan maksimal, Santi memanfaatkan balok dan tali. Shanti mulai belajar yoga pada tahun 2009 dan resmi menjadi instruktur pada 2011 lalu. 

"Semua orang itu bisa olahraga. Mau itu kurus, gemuk mau orang yang enggak bisa bergerak sekalipun semua bisa yoga," ujar Shanti. 

(NET.CJ/Vivi Sanusi)

Tak tanggung-tanggung, demi mewujudkan impiannya ia bahkan rela belajar yoga sampai India. Di sana ia mengambil gelar diploma of yoga therapy, prenatal and post natal yoga. Selain itu juga ia mengambil yoga anak-anak dan ayurveda. 

(NET.CJ/Vivi Sanusi)

Shanti sendiri menilai jika yoga merupakan olahraga yang universal. Siapapun bisa melakukan olahraga tersebut bahkan dengan keterbatasan fisik. Shanti sendiri prihatin dengan penyebab kematian terbesar generasi saat ini karena jarang olahraga. 

NET.CJ VIVI SANUSI 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments