hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

27 Februari 2019, 17:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai tiga emak-emak yg melakukan kampanye hitam di Karawang terhadap pasangan calon presiden nomer urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak  melanggar aturan kampanye. Hal ini terjadi karena ketiganya bukanlah paslon, caleg, atau tim pemenangan. 

Menurut Mahfud, ketiganya bisa dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) karena menyebarkan ujaran kebencian dan SARA yang hukumannya lebih berat dari pelanggaran kampanye. “Dia melanggar undang-undang yang sifatnya umum yaitu Undang-undang ITE. Oleh karena itu memang bukan urusan Bawaslu, itu memang urusan polisi,” kata Mahfud.

Tiga Emak-emak penyebar kampanye hitam di Karawang. (ISTIMEWA)

BACA JUGA:
Polisi Amankan Penyebar Kampanye 'Jokowi Menang Tak Ada Azan’ di Karawang

Mahfud membenarkan langkah yang diambil kepolisian. Kini tinggal pembuktiannya di pengadilan. “Saya mendukung tindakan itu dilakukan karena banyak sekali terjadi. Oleh karena itu yang seperti itu harus ditindak. Supaya tidak mengacaukan pemilu,” lanjut Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Sejak Minggu, 24 Februari lalu, ramai beredar video yang berisi kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Amin. Dalam video berdurasi satu menit tersebut, terlihat tiga perempuan sedang berbicara dengan seorang penghuni rumah.

Pembicaraan tersebut isinya mempengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi dalam Pilpres mendatang. Mereka mengatakan kalau Jokowi menang, tidak ada lagi suara azan dan LGBT dilegalkan. Hingga hari ini, ketiga emak-emak tersebut masih ditahan di Mapolres Karawang.

LUQMANUL HAKIM | FERGY MAGE 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments