Digitalisasi kini merambah semua sektor, tak terkecuali pelabuhan. PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) atau Indonesia Port Corporation (IPC) sebagai BUMN yang menaungi 12 cabang pelabuhan di bagian barat Indonesia, juga telah menerapkan digitalisasi dalam operasional pelabuhan. 

Melalui digitalisasi ini, Pelindo II bahkan mencatatkan sejumlah pencapaian. Salah satunya dilakukan oleh Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan terbesar di Indonesia yang berada di bawah pengelolaan Pelindo II.

Berkat digitalisasi, kini waktu bongkar muat atau dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok semakin singkat. Waktu bongkar muat yang biasanya mencapai 7 hari sekarang bisa dipangkas menjadi 3 hari saja. “Bagaimana supaya barang mudah masuk dan mudah keluar. Lebih cepat, mudah, dan murah,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia Elvyn G. Masassya dalam pertemuannya dengan sejumlah media massa, Selasa, 19 Februari 2019. 

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia Elvyn G. Masassya. (NET/Febry Arifmawan)

Untuk mencapai hal tersebut, digitalisasi jadi kata kunci. Elvyn memberi contoh di Pelabuhan Tanjung Priok sekarang seluruh transaksi menggunakan e-money, barang yang keluar-masuk semua dicatat secara digital. Berkat digitalisasi inilah efisiensi dari sisi waktu dan biaya bisa tercapai. “Proses perizinan, pergerakan barang, pergudangan diubah ke digital,” papar Elvyn. 

Pelindo II kini berambisi mengoperasikan layanan seluruh pelabuhannya dengan sistem otomatisasi secara penuh pada 2023. Elvyn bahkan mematok target BUMN yang dipimpinnya menjadi operator terminal pelabuhan kelas dunia pada 2020. “Terminal automatic mengurangi orang, semua dioperasikan oleh sistem. Termasuk nanti akan ada ghost truck yang dikendalikan secara remote, pada 2023 kita mulai,” ujar mantan Dirut Jamsostek ini.

Elvyn mengakui disrupsi digital pun telah masuk ke sektor transportasi maritim ini. Hal ini membutuhkan kejelian dari para pelaku usaha yang ada di dalamnya. “Ketimbang terdisrupsi, kita mendisrupsi. Dari manual jadi digital. Dari terminal operator jadi trade corridor,” imbuhnya.

Kantor Pusat Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (NET/Febry Arifmawan)

Efisiensi kini berhasil dicapai Pelindo II dan terbukti mendongkrak kinerja perusahaan. Pada 2018, laba bersih Pelindo II tercatat Rp 2,43 triliun atau naik 9,95 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp 2,21 triliun. Kenaikan itu sejalan dengan kenaikan pendapatan perusahaan yang tumbuh 4,54% jadi Rp 11,45 triliun.

Pelindo II juga berencana melepas 30 persen saham anak usaha yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) melalui mekanisme IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei 2019. "Ini akan jadi IPO BUMN terbesar tahun ini. Ini barang bagus," pungkas Elvyn. Melihat kemajuan Pelabuhan Tanjung Priok, Elvyn optimis pelabuhan ini akan mengejar standar pelabuhan berkelas dunia lainnya, seperti Rotterdam, Hamburg, dan Guangzhou.

Pada kunjungan kali ini, media massa yang diundang juga diajak untuk berkeliling melihat perubahan Pelabuhan Tanjung Priok. Foto-foto Tanjung Priok kami bingkai dalam galeri di atas. 

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments