hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

10 Januari 2019, 13:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Polri menghimbau masyarakat tidak cepat berspekulasi terkait teror yang menimpa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu lalu. Tim penyelidik gabungan yang telah dibentuk berjanji akan bekerja cepat sesuai fakta-fakta hukum yang ditemukan di lapangan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Muhammad Iqbal. “Jajaran Polda Metro Jaya di-back up Bareskrim bahkan Densus 88 juga melapis. Ini menandakan bahwa Polri bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini,” kata Iqbal.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal (tengah) menjawab pertanyan wartawan terkait pelemparan bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/1/2019). Terkait benda yang diduga mirip bom, Polri sudah menurunkan beberapa tim terkait memeriksa saksi dan mengecek rekaman CCTV. Polisi masih menyelidiki kaitan pelemparan bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dengan benda diduga molotov yang ditemukan di halaman rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Iqbal pun menjelaskan perkembangan sementara dari hasil penyelidikan Polri. “Yang di Bekasi rumah pimpinan KPK Pak Agus itu firm adalah fake bomb yaitu bom palsu,” kata Iqbal. 

Iqbal membenarkan bahwa memang ada paralon, ada kabel, ada batere. Tetapi bukan merupakan satu rangkaian firing devices selayaknya bom. “Detonator itu tidak ada sama sekali,” imbuh Iqbal. 

Suasana rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif di Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu (9/1/2019). Rumah pimpinan KPK tersebut dilempari botol berisikan spiritus dan sumbu api (molotov) di halaman rumah pada Rabu (9/1) pagi. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Menurut Iqbal, petugas memang menemukan juga serbuk putih berupa semen putih. “Tetapi dianalisa di Puslabfor Bareskrim Polri bahwa bukan eksplosif. Bukan black powder, bukan TATV,” jelas Iqbal.

Rabu dini hari, dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif menerima teror di kediamannya masing-masing, yaitu di Bekasi dan Kalibata. Kediaman Agus diteror dengan tas berisi benda mirip bom pipa, namun kemudian diketahui benda tersebut adalah bom palsu.

Sedangkan rumah Laode dilempar dua buah benda yang diduga bom molotov oleh orang tak dikenal. Akibatnya dinding rumah Laode gosong terbakar.

DINA GURNING | ANDRE SAPUTRA 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments