hero
(NET/Rivando Nay)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

5 Desember 2018, 15:47 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi saat ditemui reporter NET, Syarifah Rahma menyebutkan bahwa korban meninggal dalam peristiwa pembantaian karyawan PT. Istaka Karya di distrik Yigi, Kabupaten Nduga, papua berjumlah 19 orang. Dengan perincian sementara 2 korban hilang saat aksi kejar-kejaran dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata, 4 korban berhasil menyelamatkan diri ke Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua. Kini ke-empat korban selamat menjadi saksi korban untuk dimintai keterangannya.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi saat ditemui awak NET di Jakarta. (NET/Andre Saputra Azmi)

Menurut pengakuan saksi korban, pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2018 lalu, 25 karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk berdiam di pos dan tidak melakukan pekerjaan pembangunan jembatan dikarenakan adanya acara bakar batu perayaan HUT Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata. Sekitar pukul 17:00 WIT, sebanyak 25 karyawan ini disandera oleh KKSB di pinggir sungai dekat lokasi pembangunan jembatan.

Memasuki tanggal 2 Desember 2018, ke-25 karyawan ini digiring oleh KKSB ke bukit Puncak Kabo. Dalam perjalanan, kelompok penyandera ber-euforia dengan tarian dan yel-yel suara hutan kemudian menembaki para korban. Sebanyak 14 karyawan meninggal di tempat. Sementara 11 orang lainnya berpura-pura tewas dan berusaha melarikan diri saat KKSB meninggalkan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke puncak bukit.

Gerombolan yang diduga adalah Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang melakukan penembakan terhadap pekerja PT Istaka Karya di distrik Yigi, Nduga, Papua. (Foto Istimewa)

Ditengah perjalanan, 5 dari 11 orang yang berpura-pura tewas tersebut tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal ditempat), semantara 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbua, yang mana 2 orang diantaranya terpisah dari kelompok dan belum diketahui keberadaannya, sedangkan 4 orang (temasuk saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua.

Saat KKSB mengetahui para korban bersembunyi di Pos Yonif 755/Yalet, pada tanggal 3 Desember 2018 KKSB menyerang Pos TNI tersebut. Pada saat kejadian, sebanyak 20 anggota TNI dan sejumlah masyarakat sipil termasuk dokter dan guru sedang berada di Pos. Dalam kontak senjata yang berlangsung dari pukul 5:00 WIT dini hari hingga pukul 21:00 WIT ini, 1 orang prajurit TNI gugur tertembak. Saat KKBS meninggalkan lokasi, personil dan 4 karyawan berusaha meninggalkan Pos Yonif 755/Yalet namun nahas sebelum tiba di distrik Mbua, 1 personil TNI tewas.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi saat diwawancarai reporter NET, Syarifah Rahma di Jakarta, Rabu (5/12). (NET/Andre Saputra Azmi)

Menurut Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, berdasarkan keterangan saksi korban Jimmy Aritonang, korban meninggal dunia ada 19 orang pekerja."Saat ini satuan TNI-Polri dari Wamena tiba di Mbua untuk melakukan perbantuan sehingga korban bisa dievakuasi ke Wamena," ujar Aidi di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Aidi menambahkan, Satgas gabungan TNI-Polri sudah berhasil menguasai distrik Mbua dan melaksakan evakuasi korban

SYARIFAH RAHMA | ANDRE SAPUTRA AZMI

13

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments