hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

28 November 2018, 22:16 WIB

ACEH, INDONESIA

Berada di Taman Nasional Gunung Leuser, Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Hutan Leuser masih sangat alami dan jauh dari tangan-tangan pembalak liar. Vegetasinya yang masih sangat lebat dan penuh dengan flora fauna endemik didalamnya, membuat hutan Leuser menjadi salah satu sumber air yang terus mengalir ke sungai-sungai juga sumber oksigen bagi dunia dan masyarakat Aceh pada khususnya. 

Pohon Perlak, pohon raksasa yang berumur ratusan tahun di Hutan Leuser, Ketambe, Aceh Tenggara, Aceh. (NET/Munandar Syamsuddin)

Menurut Arwin, Manajer Stasiun Penelitian Ketambe kepada jurnalis NET, Munandar Syamsuddin, selain satwa, hutan Leuser ini memiliki ribuan jenis pohon didalamnya. Salah satunya adalah pohon raksasa yang oleh penduduk sekitar disebut perlak. Pohon raksasa ini ditaksir berumur ratusan tahun, dan menjadi salah satu rumah bagi lebah hutan dan burung-burung yang dilindungi seperti Rangkong dan lain-lain. "Ukurannya kalau orang dewasa sebanyak 30 orang belum bisa merangkul pohon ini, saking besarnya," ungkap Arwin berapi-api.

Arwin, Manajer Stasiun Penelitian Ketambe berikan keterangan pada Munandar Syamsuddin dari NET. didalam hutan Leuser, Rabu (28/11). (NET/Munandar Syamsuddin)

Bersama sejumlah mahasiswa, Munandar menjelajah kawasan hutan Stasiun Penelitian Ketambe yang berada di dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sekaligus mengikuti kegiatan edukasi lingkungan di Desa Ketambe, Rabu, 28 November 2018. Edukasi lingkungan ini di fasilitasi oleh Forum Konservasi Leuser yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menambah wawasan tentang lingkungan serta untuk mengasah kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan secara ilmiah. Kegiatan para mahasiswa ini berlangsung hampir setiap bulan, baik oleh mahasiswa lokal maupun dari mancanegara.

Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry saat diwawancara awak media di dalam hutan Leuser  saat mengikuti kegiatan edukasi lingkungan. (NET/Munandar Syamsuddin)

"Leuser ini disebut paru-paru dunia, hutan ini bisa menghidupkan ribuan orang-orang, ekosistem dan ketersediaan air yang bisa didapat dari aliran leuser ini," kata Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry saat diwawancara Munandar Syamsuddin di dalam hutan Leuser.

Sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry sedang menyimak penjelasan dari pihak Stasiun Penelitian Ketambe mengenai apa saja yang terdapat di hutan Leuser ini. (NET/Munandar Syamsuddin) 

Sudah kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa untuk menjaga hutan dan segala flora dan fauna didalamnya serta turun serta aktif merawat keanekaragaman hayatinya. Tidak hanya hutan Leuser namun juga hutan di seluruh Indonesia. Seperti hutan Leuser ini, dimana hampir disetiap pohonnya mengeluarkan air dari akar-akarnya yang lalu membentuk alur yang mengalir ke sungai yang ada di sejumlah kabupaten di provinsi Aceh.

MUNANDAR SYAMSUDDIN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments