hero
(ANTARA FOTO)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

28 November 2018, 07:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Perguruan Tinggi di negeri ini telah banyak berkembang dalam sisi penelitian dan teknologi, namun sayangnya seolah-olah hasil riset akademisi dalam negeri ini belum terlihat di dunia nyata. Kesenjangan ini perlu segera dijembatani agar Indonesia dapat segera mandiri secara teknologi.

Inovasi Wireless Charging System karya mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Komputer yang dipamerkan di Balairung UKSW, Salatiga, Selasa (27/11).(NET/Yudha Eriyanto)

Salah satu tolak ukurnya adalah pameran karya dan pengabdian masyarakat oleh civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini. Pameran yang digelar dalam rangka menyambut Dies Natalis UKSW Salatiga yang ke-62 ini menyajikan beragam karya inovatif dari mahasiswa.

Seperti inovasi wireless charging system karya mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Komputer UKSW ini. Sepintas terdengar seperti di film fiksi ilmiah namun para mahasiswa ini berhasil mengembangkan purwa rupa alat yang dapat memindahkan arus listrik tanpa menggunakan kabel. Dan kedepannya akan dikembangkan menjadi pengisi daya telepon seluler tanpa perlu kehadiran kabel. 

Mitsal Ghapiqi, Mahasiswa FTEK UKSW Salatiga berikan keterangan mengenai inovasi yang dibuat oleh tim-nya. (NET/Yudha Eriyanto)

"Wireless ini butuh pengembangan lagi, kita ini sudah bisa transfer energinya, kita tinggal riset lagi bagaimana itu untuk kita bisa menghubungkan langsung ke handphone untuk menchargernya," ujar Mitsal Ghapiqi, Mahasiswa FTEK UKSW Salatiga di balairung UKSW, Selasa, 27 November 2018.

Selain inovasi charger tanpa kabel, ada juga inovasi robot pendeteksi kebakaran. Latar belakang diciptakannya inovasi ini adalah dimana suatu saat robot ini dapat membantu peran pemadam kebakaran untuk menjangkau dan memadamkan titik api yang terlalu berbahaya bagi manusia. Namun bukan berarti inovasi robot pemdam kebakaran ini berjalan lancar-lancar saja, banyak kendala yang dialami oleh para mahasiswa kreatif ini seperti kendala dalam pemrograman, dan kebutuhan untuk trial atau percobaan, hingga kendala yang terutama yakni dana.

Seorang mahasiswa mencoba fog maker atau alat penangkap kabut menjadi air saat Pameran Hasil Penelitian Inovasi di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018). Kegiatan pameran hasil penelitian dari empat belas fakultas dan berbagai pusat studi baik dosen dan mahasiswa UKSW itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan studi hasil penelitian agar dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

"Kita butuh riset lagi, ketika alat itu dibesarkan (ukurannya) bagaimana dia bergerak, berjalan, itu kita harus riset dari awal lagi, untuk sensor-sensornya pasti berbeda, programnya berbeda lagi, kontrolnya juga yang lebih besar," ungkap Mitsal 

Masih banyak lagi karya inovasi mahasiswa dalam pameran ini, meski masih berupa purwa rupa sehingga perlu banyak pengembagan lebih lanjut. Memang tidak mudah menerjemahkan karya ilmiah di dalam laboratorium untuk menjadi sebuah industri yang masif. Hal inilah yang disadari oleh pihak kampus UKSW sehingga mereka berupaya untuk menggandeng pemerintah, para pelaku dunia usaha hingga masyarakat untuk mendukung riset dari para dosen dan mahasiswa ini.

Neil Semuel Rupidara, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga saat diwawancara oleh awak media di Balairung UKSW, Salatiga, Selasa (27/11). (NET/Yudha Eriyanto)

"Saya kira kita perlu akumulasi pengalaman-pengalaman ini, butuh waktu untuk memetakan secara cukup terstruktur, apa yang sudah dihasilkan, peran-peran yang ada dan apa yang tidak ada," ujar Neil Semuel Rupidara, Rektor UKSW Salatiga kepada Yudha Eriyanto dari NET di Balairung UKSW, Salatiga, Selasa, 27 November 2018.

Harapan kedepannya, karya-karya terapan dari para mahasiswa ini dapat langsung digunakan oleh khalayak ramai. Meskipun ada beberapa aneka permainan edukatif serta olahan pangan bisa langsung dicoba oleh para pengunjung yang datang ke Dies Natalis Universitas Kristen Satya Wacana yang ke-62 ini.

YUDHA ERIYANTO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments