hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

26 November 2018, 15:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Polisi mengaku telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menindaklanjuti pemeriksaan dugaan korupsi Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. Dugaan adanya penyalahgunaan berupa penggelembungan anggaran (mark up ) dalam kegiatan tersebut menguat. Kasus ini menyita perhatian publik karena menyeret nama Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang juga Koordinator Juru Bicara Tim Kampanye Prabowo-Sandi.

“Dari hasil pemeriksaan awal memang diduga ada anggaran dana yang sekitar 2 M yang tidak dihabiskan penuh, diduga kurang dari separuh,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono. 

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Krimsus, Polda Mertojaya, Jakarta, Jumat (23/11/2018). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Kepolisian akan menelusuri penggunaan dana terkait pengadaan makanan, penggunaan hotel, serta pembuatan kaos. Bukti awal menunjukan adanya perbedaan antara fisik dan dokumentasi. “Ada dana fiktif, penggunaannya ada data fiktif. Penggunaan uang negara itu kalau disalahgunakan maka akan menimbulkan kerugian negara, maka akan bisa dikenakan tindak pidana korupsi,” imbuh Argo.

Argo menegaskan bahwa polisi sudah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk membuktikan adanya penyimpangan anggaran kegiatan kemah yang dilakukan oleh Kemenpora. “Jadi apabila ada pengembalian uang maka tidak langsung menghilangkan tindak pidananya tentunya nanti penyidik akan memeriksa," tukas Argo.

Dahnil diperiksa  selama delapan jam sebagai saksi dugaan korupsi anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga yang digunakan untuk kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 di Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Polisi mengaku kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Staf Kemenpora sudah diperiksa oleh polisi terkait kasus ini. Polisi menegaskan bahwa pemeriksaan tak hanya menyasar PP Muhammadiyah, GP Ansor pun telah dimintai keterangan dan diperiksa.

Sebelumnya, Dahnil Anzar telah diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi anggaran Kemah Pemuda Islam Indonesia, Jumat pekan lalu. Dalam pemeriksaan itu, ia menyebut bahwa panitia dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhamadiyah telah mengembalikan uang Rp. 2 Milyar ke Kemenpora.

Sementara itu, melalui akun twitter-nya, Dahnil Anzar menulis sejumlah bantahan seputar kasus yang menyeret namanya ini.

Belakangan Dahnil juga mencuit bahwa dirinya sedang dirundung fitnah.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menegaskan jika proses pengajuan dan pencairan dana kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 telah sesuai dengan prosedur hukum dan terbukti dana telah diberikan kepada GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah untuk menggelar acara tersebut. “Semua sudah sesuai dan nyatanya dana sudah diberikan, semua sudah dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan sudah berlangsung dan fasilitas bantuan dari pemerintah sudah diberikan, itu urusan biro keuangan,” pungkas Imam.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments