hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

15 November 2018, 19:37 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Pelaku pelecehan seksual terhadap turis mancanegara di kampung bule Prawirotaman, Yogyakarta hingga kini masih berkeliaran. Meskipun telah terekam dalam kamera CCTV hotel, namun polisi masih kesulitan mengungkap identitas pelaku. Polisi membantah tak melanjutkan penyelidikan kasus pelcehan seksual terhadap wisatawan mancanegara tersebut

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini saat diwawancara awak media terkait kasus pelecehan seksual di kampung bule Prawirotaman di halaman Mapolresta Yogyakarta, Kamis (15/11). (NET/Andreas Pamungkas)

"Memang ada CCTV yang mengabadikan tapi CCTV itu pun kurang memberikan informasi yang detail, terhadap si pelaku itu. Ada hal- hal tidak jelas disitu, maka sampai saat ini identifikasi terhadap pelaku memang belum jelas, tapi tetap akan kami lakukan pendalaman lebih lanjut," kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini di Mapolresta Yogyakarta, Kamis, 15 November 2018.

Gambar CCTV hotel yang menggambarkan proses terjadinya pelecehan seksual terhadap seorang turis mancanegara saat sedang berjalan di gang Batik Gringsing, Prawirotaman, Yogyakarta oleh seorang oknum pengendara sepeda motor yang tidak dikenal. Hingga kini, pelaku masih berkeliaran sejak terjadinya peristiwa pada Minggu malam (4/11) tersebut. (NET/Andreas Pamungkas)

Kejadian pelecehan seksual terhadap turis asing ini terjadi pada Minggu malam, 4 November 2018 sekitar pukul 20.30 WIB di gang batik gringsing prawirotaman 1 Yogyakarta. Peristiwa ini terekam dalam CCTV hotel De Hostel, yang mana tampak dua orang turis perempuan sedang berjalan menyusuri gang sebelum salah seorang yang menjadi korban berteriak histeris saat dilecehkan oleh pelaku dari atas sepeda motor. Lebih jauh setelah melihat CCTV, sebelum beraksi pelaku yang menggunakan motor RX-King memasuki gang sebelum berputar balik dan melancarkan aksinya dengan menyambar payudara korban di depan penginapan De Hostel.

Yudistira Adi, pemilik hotel De Hostel saat diwawancarai awak NET di Prawirotaman, Selasa (6/11). Gang Batik Gringsing  yang berada tepat didepan hotelnya menjadi lokasi terjadinya pelecehan seksual terhadap turis mancanegara oleh pengendara motor tak dikenal pada hari Minggu malam (4/11)

Mengetahui kejadian tersebut, pemilik hotel De Hostel melaporkan kejadian pada hari Minggu malam tersebut pada keesokan hari ke polsek setempat. 

"Lapor polisi keesokan paginya, sampai di kantor polisi, polsek Mergangsan itu, katanya harus melapor kalau ada korbannya, karena kalau belum ada korbannya belum bisa dilaporkan," ujar Yudistira Adi, pemilik De Hostel pada kepada awak NET di Yogyakarta, Selasa, 6 November 2018.

Cuplikan CCTV terjadinya pelecehan seksual oleh oknum pengendara motor tak dikenal di gang Batik Gringsing Prawirotaman, Yogyakarta pada hari Minggu malam (4/11). (Facebook/ Yudistira Adi)

Yudistira merasa sedikit kecewa karena tanggapan polisi atas laporannya, sebab sebagai salah seorang warga Prawirotaman yang menggantungkan hidup dari pariwisata seperti sebagian besar warga Prawirotaman lainnya, hal ini otomatis merugikan pada sektor pariwisata, seperti mengurangi jumlah turis juga dapat mencoreng nama baik Prawirotaman dihadapan turis lokal dan mancanegara. Kawasan Prawirotaman dikenal dengan sebutan Kampung Bule, karena wisatawan asing dari berbagai negara banyak yang menginap dan menghabiskan malam di kawasan ini.

ANDREAS PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments