EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

13 November 2018, 17:20 WIB

INDONESIA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menghimbau para guru untuk menjaga wibawa di hadapan para siswanya. Hal ini disampaikan Muhadjir menyikapi viralnya video tindakan bully yang dilakukan oleh beberapa orang murid kepada salah seorang gurunya di SMK NU 3, Kaliwungu, Jawa Tengah.

“Bagaimanapun hubungan antara guru dan siswa itu tetap harus dijaga dengan baik sehingga kalau ada candaan bisa ada batasnya jangan sampai kebablasan,” kata Muhadjir. 

Menurut Muhadjir, seorang guru harus tetap menjaga kewibawaannya selayaknya seorang teladan dan panutan untuk para siswanya. “Memang ada saatnya bercanda, tapi ada saatnya seorang guru harus menunjukkan otoritasnya sebagai orang yang harus dipatuhi, disegani, dan harus dijadikan teladan,” lanjut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini. 

Joko Susilo, guru SMK NU 3 Kaliwungu yang di-bully di dalam kelas oleh muridnya sendiri. (NET)

Viralnya video bully siswa terhadap guru ramai diperbincangkan sejak Kamis 8 November lalu. Dalam video tersebut terlihat Joko Susilo, guru gambar teknik otomotif, dikepung beberapa orang anak didiknya. Ia didorong-dorong oleh murid-muridnya dan ditertawakan. Muncul reaksi dari sang guru dengan menendang dan melempar buku di dalam kelas. 

Keprihatinan serupa datang juga dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI langsung berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memanggil sejumlah pihak seperti orang tua para siswa dan pihak sekolah. "Sudah ada pertemuan antara orang tua dan pihak pemerintah kota kemudian juga provinsi dan pengawas sekolah sudah dilibatkan,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listiarti.

Lima Siswa SMKN NU 3 Kaliwungu yang membully gurunya di kelas. (NET)

Para siswa dihimbau agar tidak lagi bersikap kurang ajar terhadap guru meski hanya sebatas candaan saja. Guna mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, para guru juga akan diberi pembekalan berupa peningkatan kapasitas penguasaan kelas. “Ini goyonan tapi bagi KPAI ini tidak dibenarkan meskipun alasannya untuk bercanda, bercanda kepada guru seharusnya tidak seperti itu," lanjut Retno.

Sementara itu, dari hasil klarifikasi terhadap para murid, mereka menyatakan bahwa tindakannya tidak benar-benar mengeroyok sang guru. Kelima murid mengaku bercanda  setelah Joko tanpa sengaja terkena lemparan kertas. Joko pun membenarkan hal tersebut. “Supaya enggak bosan, enggak ada kepenatan. Candaan sedikit. Supaya enggak jenuh pelajaran,” tukas Joko. Joko menambahkan bahwa reaksinya bukan untuk marah kepada murid. “Saya tidak ada masalah sedikitpun, saya tidak marah,” lanjutnya. 

Bupati Kendal Mirna Annisa setelah mengunjungi SMKN NU 3 Kaliwungu, Kendal. (NET)

Meski antara guru dan murid mengaku tak ada persoalan, Bupati Kendal Mirna Annisa ikut menyayangkan aksi guyon di dalam kelas itu. Mirna memperingatkan baik guru dan murid agar saling menghormati harkat dan martabat masing-masing. “Untuk semua murid dan guru, ini enggak layak ditiru,” pungkas Mirna.

Terkait peristiwa ini, para murid diperintahkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi, sementara Joko sebagai guru akan dibina tentang cara mengajar yang lebih baik.

TIM LIPUTAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments