hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

2 November 2018, 12:05 WIB

KAB. KARANGANYAR, INDONESIA

Menjadi penjual cilok mungkin menjadi pekerjaan yang enggak begitu membanggakan bagi sebagian orang. Tapi siapa sangka dari berjualan cilok, seorang remaja asal Karanganyar, Jawa Tengah, ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah bersama adiknya. 

Dia adalah Ida Ayu Riski Susilowati. Setiap harinya, Ida selalu berjualan cilok saat jam istirahat di halaman sekolahnya, SMK Bhakti Karya Karanganyar. Ia telah dilakoni Ida sejak bulan Juni lalu.

Ida Ayu Riski Susilowati, sedang belajar komputer. (NET.CJ/Is Ariyanto)

Dalam sehari, siswa jurusan Akutansi ini bisa mengumpulkan uang sekitar Rp90 ribu dengan keuntungan sekitar Rp30 ribu. Keuntungan dari jualan cilok ini digunakan Ida untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga ditabung untuk biaya sekolah Ida dan adiknya yang baru duduk di kelas 1 SMK.

"Jadi awalnya karena ini sudah kelas tiga kan. Uangnya dipakai untuk bayaran SPP atau ulangan. Sebelumnya kan sekolahnya masih gratis jadi belum jualan," ujar Ida seperti dikutip dari NET.CJ pada 1 November 2018.

Ida Ayu Riski Susilowati, sedang melayani teman-temannya yang membeli cilok. (NET.CJ/Is Ariyanto)

Sebelum berjualan cilok di sekolah, Ida juga sudah berjualan cilok di rumahnya. Enggak cuma berjualan cilok, ia juga bekerja di tempat penitipan sepeda motor, petugas parkir dan tukang servis sepatu keliling.

Kerja keras Ida dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah karena ia hanya tinggal berdua dengan adiknya saja. Ayah Ida yang bernama Sukrino sudah meninggal sekitar dua tahun lalu. Sedangkan ibu Ida bekerja sebagai pedagang makanan di Bekasi, Jawa Barat.

Ida Ayu Riski Susilowati, sedang melayani teman-temannya yang membeli cilok. (NET.CJ/Is Ariyanto)

Untuk bisa berjualan, Ida setiap hari bangun jam dua pagi dan membuat cilok sampai subuh. Dan pada pukul 06.00 pagi, Ida pun berangkat ke sekolah menggunakan sepeda dan membawa cilok dagangannya di belakang sepeda.

Meski harus berjualan di depan teman-temannya, Ida mengaku tidak merasa malu. Karena ia sadar berjualan cilok merupakan pekerjaan yang halal. "Enggak ngapain harus malu, kan ini pekerjaan yang halal kok," ungkapnya.

Ida Ayu Riski Susilowati, berangkat sekolah sambil membawa dagangan cilok. (NET.CJ/Is Ariyanto)

Beruntung pihak sekolah tidak melarang Ida untuk berjualan. Bahkan kepala sekolah mendukung usahanya tersebut.

"Kami selaku pihak sekolah merasa bangga punya anak didik yang memiliki semangat entrepreneur sejak dini. Kami akan memberikan dukungan terhadap anak tersebut untuk mengembangkan usahanya," ujar Sutarno, Kepala Sekolah SMK Bhakti Karya.

Semangat Ida dalam mencari rezeki tapi tetap menuntut ilmu menjadi inspirasi bagi para generasi muda.

NET C.J IS ARIYANTO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments