hero
(New York Post)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

1 November 2018, 12:05 WIB

AUSTRIA

Seorang teknisi komputer asal Austria “mencari rumah” buat koleksi komputer Apple yang dia miliki. Kenapa rumah? Karena teknisi bernama Roland Borsky ini memiliki 1100 komputer berlogo buah apel tersebut. Jumlah ini bahkan melebihi koleksi di Prague’s Apple Museum yang hanya berjumlah 472 komputer.

Koleksi sebanyak ini ia dapat dari pekerjaan lamanya. Sebelumnya Borsky bekerja di perusahaan yang mengurus servis dan reparasi perangkat komputer Apple di Vienna sejak tahun 1980-an. Sayangnya, kesuksesan perusahaan Apple justru menimbulkan dampak sebaliknya.

(9to5Mac)

Bulan Februari 2018 lalu, kantor resmi Apple hadir di Vienna untuk pertama kalinya. Para pengguna pun banyak yang memilih untuk mereparasi komputer dan perangkat Apple mereka di tempat resmi. Selain itu, tidak semua perangkat yang dimiliki perusahaan Borsky bisa dimanfaatkan kembali untuk gadget baru karena pembaharuan yang terus dilakukan Apple. Akibatnya, pendapatan di tempat kerjanya pun menurun.

Sekarang, sisa-sisa perangkat Apple, seperti monitor, harddisk dan perangkat lainnya menumpuk di rumah Borsky. Menurut pria 53 tahun ini, rumahnya sudah terlalu penuh dengan komputer Apple.

“Seperti kolektor mobil yang tinggal di tempat sempit agar mobil-mobil koleksinya mendapat tempat. Seperti itulah saya sekarang,” kata Borsky seperti dikutip dari Reuters pada 30 Oktober 2018.

 (Channel NewsAsia)

Selain itu, Borsky mengaku tidak dapat membayar uang sewa untuk tempat komputer-komputer tersebut. Dia berharap ada kolektor yang mau membeli barang-barang tersebut dan membayar hutang sewanya sebesar 20 ribu- 30 ribu euero. Saat ini, koleksi komputer Borsky sedang dipajang dalam sebuah pameran di Vienna. Tapi dia tetap berharap komputer Applenya menemukan ‘rumah’ yang permanen.

“Saya akan sangat senang kalau barang-barang ini dipajang di suatu tempat, jadi orang-orang bisa melihatnya,” kata Borsky.

Pihak Apple sendiri sudah tahu tentang cerita Borsky. Tapi mereka memilih diam dan menolak buat berkomentar.

REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments