hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

22 Oktober 2018, 12:05 WIB

SINGAPURA

Bocah 8 tahun asal Singapura bernama Seth Yee ini masuk deretan the world most genius boys. Di usianya yang masih kecil, dia sudah menguasai tiga bahasa pemrograman. Seth yang seharusnya masih duduk di kelas dasar, bahkan mendapat kesempatan buat mengajar di depan teman-teman sekelasnya. Wow!

Tanda-tanda kegeniusan Seth sudah terlihat sejak ia berusia 4 tahun. Saat itu, IQ Seth mencapai 134. Kemudian saat masih di bangku TK di umurnya yang ke-5, Seth sudah menguasai pelajaran sains hingga kelas 6 SD.

Mengetahui hal itu, orang tua Seth justru khawatir. Mereka cemas kepintaran Seth mengganggu kegiatan belajar-mengajar di kelas, karena  daya tangkap anaknya melebihi teman-teman seusianya. Akhirnya mereka memutuskan agar Seth berhenti dari sekolah formal dan mulai belajar secara homeschooling.

Di rumah, Seth belajar pelajaran seperti biasanya. Orang tuanya juga memfasilitasi dia untuk mendalami pemrograman komputer atau coding. Anak pertama dari dua bersaudara ini belajar lewat tutorial online seperti Udemy, salah satu online learning marketplace.

Sekarang Seth sudah menguasai tiga bahasa pemrograman, yaitu JavaScript, Phyton dan Arduino. Dia bisa mengutak-atik dengan bahasa komputer, yang bahkan tidak diketahui semua orang dewasa. Dia juga memiliki program komputer yang dia ciptakan sendiri.

Saking cepatnya Seth menyerap pelajaran, ada satu titik di mana orang tuanya bingung akan mengajarkan apa lagi. “Saya harus terus-menerus browsing di internet, untuk mencari hal baru yang bisa diajarkan ke Seth,” kata ibunya, Mrs. Yee.

Lalu, berdasarkan saran keluarga dan rekan-rekannya, Seth sekeluarga pun pindah ke Melbourne, Australia. Mereka berharap bisa menemukan tempat belajar yang pas agar bisa mengembangkan potensi Seth.

Seth pun mulai belajari di Woorana Park Primary School, bersama adiknya Zane. Di sekolah ini, setiap murid bebas memilih pelajaran. Anak seperti Seth dapat memilih materi sesuai minat mereka masing-masing.

Menurut orang tuanya, saat ini Seth sudah mencapai level berikutnya. Dia tidak hanya belajar tapi juga berkesempatan mengajar teman-teman di kelas sebanyak 2-3 kali seminggu.

Di sisi lain, anak yang tertarik di dunia teknologi, khususnya quantum computers ini juga punya tantangan tersendiri. Di balik kegeniusannya, Seth memiliki kendala dalam hal bersosialisasi dan perkembangan emosional. Dia juga lebih sering tantrum dibanding anak-anak seumurannya.

Walau begitu, orang tuanya terus mendampingi Seth agar bisa beradaptasi dan mengelola emosinya. Dengan begitu, mungkin saja Seth nantinya jadi salah satu ilmuwan ternama di masa depan.

MUST SHARE NEWS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments