hero
(Twitter/Sutopo_PN)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

10 Oktober 2018, 06:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

“Engkau di sini, aku di sini. Mesti hatiku memilihmu. Yang telah kau buat sungguhlah indah, buat diriku susah lupa,”

Sepenggal lirik lagu berjudul 'Mantan Terindah' milik Raisa ini dengan apik dinyanyikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Lagu itu ia lantukan sesaat sebelum menyampaikan perkembangan informasi gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu yang lalu.

Sutopo memang dikenal di kalangan pekerja media sebagai pribadi yang asyik. Suka melempar canda dengan para wartawan, namun tetap profesional dalam menjalankan tugas. Enggak heran, jam berapa saja para awak media membutuhkan informasi darinya ia selalu menjawab. Tanpa membeda-bedakan dari mana asal media tersebut, semua mendapat perlakuan yang sama.  

Bukan tanpa alasan Sutopo menyanyikan lagu milik Raisa. Ternyata, Sutopo telah lama menganggumi sosok istri dari Hamish Daud ini. Bahkan, ia mengaku hafal seluruh lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi berusia 28 tahun tersebut.

Ulang isengnya enggak berhenti di depan para awak media, Sutopo ternyata juga sering mention akun Twitter milik Raisa sebanyak 95 kali saat tengah update di Twitter. Tujuannya agar Raisa meretweet sehingga informasi yang ia bagikan semakin diketahui banyak orang. 

Rasa kagumnya itu pula, ia juga memiliki niat untuk menjadikan Raisa sebagai Duta Penanggulangan Bencana dari BNPB. Karena hal tersebut, beberapa waktu yang lalu tagar #RaisaMeetSutopo muncul dan menjadi trending topic di media sosial. 

Viral-nya tagar itu, membuat pria berusia 49 tahun tersebut berkesempatan untuk melakukan video call dengan Raisa. Namun di balik kekagumannya pada Raisa, ternyata ada cerita inspiratif dari sosok pria yang dikenal gesit dan bersemangat ini. Sutopo mengidap penyakit kanker paru-paru stadium 4B.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tetap berjuang. Semangat !!

A post shared by Sutopo Purwo Nugroho (@sutopopurwo) on

Pria lahir di Boyolali, Jawa Tengah ini sudah divonis menderita penyakit kanker sejak bulan Januari lalu. Meski harus menjalani sejumlah pengobatan, Sutopo pun tak melupakan tugasnya untuk terus melayani masyarakat.

Baginya kanker bukan sebuah penghalang untuk bisa melakukan tugasnya. Demi bisa bermanfaat bagi sesama, pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini rela menjalankan tugasnya dan tetap berdedikasi pada pekerjaannya. 

"Ya memang saat ini kondisinya saya sakit. Kalau menurut dokter ya harus banyak istirahat. Tetapi dalam kondisi seperti ini, masyarakat banyak yang menunggu informasi dari saya. Karena itu informasi yang tepat dan dijadikan rujukan resmi. Dan saya lakukan dengan ikhlas," ujar Sutopo saat ditemui oleh Tim Liputan NET.

Selain sosok Raisa, Sutopo juga mengaku memiliki keinginan untuk bersalaman dengan Presiden Jokowi. Beruntung, keinginan Sutopo bertemu Presiden Presiden Joko Widodo akhirnya bisa terwujud.

Jumat, 5 Oktober 2018 kemarin, ia diundang langsung untuk bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. Keduanya melakukan pertemuan tertutup selama sekitar 30 menit. Usai pertemuan, Jokowi dan Sutopo langsung memberikan keterangan kepada media yang sudah menunggu.

Ia pun langsung memamerkan fotonya bersama Jokowi yang baru saja diambil dan dicetak oleh pihak Istana. Bagi Sutopo ini merupakan kado terindah untuk ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2018 kemarin.

"Saya ketemu presiden diterima secara resmi. Saya ucapkan terima kasih bisa bertatap muka dan berjabat tangan karena setiap bencana saya berharap bisa salaman tapi dihalau paspampres. Presiden juga tanyakan update penanganan bencana dan saya sampaikan penanganan sudah lebih baik," ungkap Sutopo saat konferensi pers.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengaku sangat menghargai dedikasi Sutopo yang selama ini selalu menginformasikan bencana-bencana yang ada kepada masyarakat.

Semangat hidup Sutopo untuk berjuang melawan kanker sembari menjalankan tugas memberikan informasi terkait bencana membuat banyak orang kagum. Bagianya hidup bukan soal umur tapi lebih dari itu. 

"Hidup itu bukan panjang-pendeknya usia. Tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain," cuit Sutopo di aku Twitter-nya. Semangat Pak Topo! Terus berjuang melawan kanker dan selalu menginspirasi.

MAYFREE SYARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments