hero
(BRIGHTSIDE)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

24 September 2018, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Data Organisasi Kesehatan Dunia WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2016 lebih dari 39% pria dan 40% wanita 18 tahun atau lebih, mengalami kasus kelebihan berat badan. Ini berarti bahwa dari 1,9 miliar orang, lebih dari 650 juta mengalami obesitas.

Tapi tahukah kamu kalau orang-orang enggak selalu mengalami kelebihan berat badan karena makan makanan manis atau kurang olahraga. Terkadang alasannya tersembunyi di dalam tubuh kita. Ini beberapa kelainan tubuh yang mencegah kesuksesan dietmu seperti yang dilansir dari Brightside berikut ini.

1Hipotiroid

Hipotiroid. (BRIGHTSIDE)

Semakin baik tiroid bekerja, semakin baik metabolisme tubuh. Kekurangan hormon tiroid memperlambat metabolisme. Pada awalnya, hipotiroid mungkin dianggap sebagai kelelahan biasa. Karena gejalanya antara lain mengantuk, kelelahan, dan berkurangnya kapasitas kerja.

Tetapi kamu harus berhati-hati. Apakah kulitmu kering? Apakah kuku dan rambutmu menjadi rapuh? Apakah kamu mengalami anemia, mual, dan konstipasi? Bisa jadi itu adalah hipotiroid. Metabolisme memburuk, usus mulai bekerja lebih lambat, dan bertambahnya berat badan.

2Prolaktinoma

Prolaktinoma. (BRIGHTSIDE)

Hormon prolaktin bertanggung jawab untuk fungsi reproduksi, dan pada ibu, untuk laktasi. Hormon ini juga bertanggung jawab untuk memberikan nutrisi penting, dalam jumlah yang diperlukan, kepada bayi. Ketika hipofisis memproduksi terlalu banyak prolaktin, tumor jinak mungkin muncul dan ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Ciri utamanya adalah sekresi susu secara patologis yang enggak berhubungan dengan melahirkan maupun masalah menstruasi. Pria mengalami libido rendah, gangguan mental, masalah mata, dan sakit kepala. Baik pria maupun wanita akan memiliki tumpukan lemak di dada dan bahu jika mengalami penyakit ini.

3Diabetes Melitus Tipe II

Diabetes Melitus Tipe II. (BRIGHTSIDE)

Dalam kasus diabetes tipe II, enggak seperti tipe I. Pankreas menghasilkan cukup insulin tetapi reseptor enggak meresponnya, sehingga menjadi toleran terhadap insulin. Akibatnya, tubuh kelebihan jumlah hormon yang terakumulasi sehingga menyebabkan obesitas.

Bahaya utamanya adalah penyakit ini mungkin enggak terlihat untuk jangka waktu yang panjang dan hanya dapat ditemukan melalui tes darah. Gejala diabetes yang normal seperti haus berlebihan atau buang air kecil yang berlebihan mungkin enggak terjadi. Tetapi jika kamu juga mengalami gatal-gatal, ini bisa menjadi alasan untuk mulai khawatir.

4Insulinoma

Insulinoma. (BRIGHTSIDE)

Insulinoma menurunkan tingkat gula dalam darah secara drastis dan saat itulah hipoglikemia terjadi. Hipoglikemia berkontribusi terhadap rasa lapar yang intens karena tubuh sedang mencoba untuk menambah tingkat glukosa.

Jika seseorang enggak makan ketika hipoglikemia terjadi, mereka bisa mengalami masalah menggigil, denyut jantung lebih cepat, bahkan hingga pingsan. Serangan hipoglikemik adalah fenomena yang benar-benar enggak menyenangkan. Sehingga tubuh selalu waspada terhadap tanda-tanda kelaparan dan sebagai hasilnya, seseorang mengalami pertambahan berat badan.

5Sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik. (BRIGHTSIDE)

Ketika kelebihan berat badan terjadi bersamaan dengan menstruasi enggak teratur dan migrain, seseorang mungkin menderita polycystosis. Dalam hal ini, tubuh bagian atas menjadi lebih gemuk.

 Selain itu, rambut yang enggak diinginkan mulai tumbuh, masalah kulit muncul, dan suara semakin dalam. Alasannya adalah kurangnya hormon seks. Sel telur enggak berkembang dengan baik dan tetap melekat pada indung telur. Satu dari setiap 5 wanita menderita penyakit ini. Untungnya, penyakit ini dapat disembuhkan.

 

BRIGHTSIDE| WHO| NCBI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments