hero

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

17 September 2018, 17:30 WIB

TANGERANG, INDONESIA

Seorang Dokter Hewan bernama Indhira menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Banten karena diduga lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter hewan. Mei 2018 silam, Dokter Hewan Indhira dilaporkan kliennya seorang pemilik anjing karena dituduh lalai dalam menangani hewan peliharaan milik si klien. 

"Kalo dari pihak penggugat kan gini karena pada saat anjingnya sakit dibawa ke dokter tidak dilayani dengan baik," kata Hamonangan Syahdan, Kuasa Hukum Penggugat di Pengadilan Negeri Kota Tangerang Senin siang, 17 September 2018.

Kuasa Hukum Penggugat Hamonangan Syahdan. (NET/Dimas Arif Setiawan)

Menurut Hamonangan, seharusnya ada janji visit keesokan harinya namun tidak dilakukan (oleh Dokter Hewan Indhira) sehingga anjing yang sudah sakit keras ini mati. Lebih lanjut kuasa hukum penggugat menambahkan bahwa saat ini sedang dalam proses mediasi, ia berharap jika bisa berdamai kenapa harus diperpanjang.

Suasana persidangan kasus Drh. Indhira di Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Banten. (NET/Dima Arif Setiawan)

Saat menjalani persidangan, Dokter Hewan Indhira sendiri ditemani oleh rekan-rekan sesama profesi yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dari berasal dari berbagai daerah. 

Juru Bicara PDHI Drh. Cecep Moch Wahyudin bersama pihak tergugat, Drh.Indhira saat memberikan keterangan pers, Senin (17/9). (NET/Dimas Arif Setiawan)

"Ini adalah aksi solidaritas dari kawan-kawan dokter hewan se Indonesia untuk memberi dukungan kepada dokter indhira karena kita melihat adanya gugatan yang tidak masuk akal." kata Drh. Cecep Moch Wahyudin saat ditemui NET di sela-sela persidangan Dokter Hewa Indhira di Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Banten.

Kehadiran organisasi kolega ini selain memberi dukungan moril kepada Dokter Hewan Indhira, juga dalam bantuan hukum dengan menunjuk Organisasi Pengacara Perempuan Indonesia (OPPI) sebagai kuasa hukumnya.

Anggota PDHI saat hadir memberi dukungan moril kepada Drh. Indhira di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. (NET/Dimas Arif Setiawan)

Lebih jauh juru bicara Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia ini mengatakan bahwa selama ada indikasi pemerasan dan permintaan ganti rugi yang tidak masuk akal, organisasi kolega ini tidak akan berdamai karena ini menyangkut nama baik profesi.

Ketua Majelis Hakim telah meminta kedua belah pihak untuk melakukan mediasi terlebih dahulu untuk mencari titik temu kasus perdata ini selama sebulan. Sidang akan dilanjutkan setelah ada hasil mediasi dari kedua belah pihak dengan hakim mediator dari Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

DIMAS ARIF SETIAWAN

11

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments