hero
Ezi. (NET.CJ/Mardi Rosa)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

14 Agustus 2018, 12:05 WIB

SUMATERA BARAT, INDONESIA

Banyak orang yang suka cokelat. Tapi sudah tahu belum, kalau kulit buah cokelat atau kakao juga bisa dimanfaatkan menjadi keripik? Pembuatan keripik kulit kakao ini dilakukan oleh Ezi, siswa kelas tiga SMAN 1 Sitiung, Sumatera Barat. Tumbuh besar sebagai anak petani kakao, membuat Ezi tergerak untuk memanfaatkan kulit buah kakao yang biasanya hanya menjadi limbah.

Kulit buah kakao yang digunakan Ezi untuk membuat kerupuk. (NET.CJ/Mardi Rosa)

Awalnya, Ezi yang berasal dari Dusun Chandra Kirana Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat ini sering melihat petani kakao membuang kulit buah tersebut. Dia pun melakukan penelitian dan mengolah biji kakao tersebut jadi panganan yang enak dimakan dan bergizi.

Awalnya kulit kakao dicuci bersih, dikupas kulit luarnya, lalu dikukus sampai empuk. Setelah itu kulit kakao diblender dan diaduk dengan rempah tradisional. Biasanya Ezi mencampur satu kilogram kulit kakao dengan satu kilogram terigu.

Ezi (berkerudung) bersama karyawannya. (NET.CJ/Mardi Rosa)

Setelah tercampur rata, adonan kakao dicetak tipis-tipis dengan alas daun pisang, lalu dikukus lagi. adonan yang sudah empuk kemudian diangkat, dianginkan sekitar lima menit, didinginkan lalu dipotong kecil-kecil sesuai ukuran kerupuk.

Kerupuk yang masih mentah ini kemudian dijemur di bawah terik matahari selama setengah hari. Baru digoreng hingga matang. Hasilnya, kulit kakao pun berubah jadi keripik gurih, renyah, sedap dan bernilai gizi tinggi.

“Wah, yang pesan sudah banyak. Ini saja ada yang pesan tapi belum sempat dibuat,” cerita Ezi. “Dari satu kilogram biasanya jadi 50 bungkus kerupuk. Satu bungkusnya Rp5 ribu.”

Krupuk kakao yang diproduksi oleh Ezi. (NET.CJ/Mardi Rosa)

Dalam sehari, ia bisa memproduksi sampai 5 kilogram kulit kakao yang dipanen dari halaman belakang rumahnya. Kalau dirata-rata, pendapatannya dalam sehari bisa mencapai Rp1 juta dari 250 bungkus keripik yang terjual.

Kerupuk kakao yang diproduksi Ezi disebut bergizi tinggi karena mengandung protein dan tidak memiliki efek samping bagi tubuh manusia. selain berhasil memanfaatkan limbah jadi makanan bergizi, Ezi juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga di sekitar tempat tinggalnya. Bagaimana, apa di sekitar kamu juga ada “limbah” yang bisa dimanfaatkan?

NET.CJ MARDI ROSA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments