hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

19 Juli 2018, 14:40 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap sebagai tersangka dugaan suap. KPK juga menetapkan pemilik PT Binivian Konstruksi Abadi Eddendy Sahputra sebagai tersangka. Effendy diduga sebagai pemberi suap.

KPK menduga Effendy memberi uang kepada Pangonal terkait proyek-proyek di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara Tahun Anggaran 2018.

"Bukti transaksi sebesar Rp 576 juta dalam kegiatan ini diduga merupakan bagian dari pemenuhan dari permintaan bupati (Pangonal) sekitar Rp 3 miliar," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantor KPK, Rabu, 18 Juli 2018.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kanan) didampingi Jubir KPK Febri Diansyah (kiri) menyampaikan keterangan pers perihal operasi tangkap tangan di Labuhanbatu, Sumatera Utara ketika konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/7). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Saut mengungkapkan, pihaknya menemukan modus baru dalam pemberian suap terkait Bupati Labuhanbatu ini. 

"Kami mengungkap modus baru yang digunakan para pelaku. Yaitu menitipkan uang dan kode proyek. Cara-cara baru dilakukan untuk mengelabui penegak hukum," kata Saut.

Para pelaku, lanjut Saut, membuat kode rumit untuk beberapa daftar proyek. Kode itu juga disematkan pada perusahaan mana yang mendapat jatah. Kode berupa kombinasi angka dan huruf.

Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap (kedua kiri) memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/7). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Saat pengambilan uang, pihak penerima dan pemberi tidak berada di tempat. "Uang ditarik di jam kantor, dititipkan di petugas bank," tutur Saut.

Dalam kasus ini, uang ditarik dari cek sebesar Rp567 juta oleh orang kepercayaan Effendy Sahputra, berinisial AT. Sebanyak Rp 16 juta diambil untuk dirinya sendiri. Sementara Rp 61 juta ditransfer ke Effendy, sedangkan Rp 500 juta disimpan dalam tas keresek dan dititipkan ke petugas bank dan kemudian AT pergi meninggalkan bank.

Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap di mobil tahanan KPK. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Uang itu nantinya akan diambil oleh orang kepercayaan Bupati Pangonal, Umar Ritonga. Saat ini Umar yang juga dijadikan tersangka KPK, belum menyerahkan diri ke KPK. Uang sebanyak Rp500 juta juga dibawa lari Umar.

"Kami ingatkan, KPK tidak akan dapat dikelabui dengan modus-modus seperti ini," tegas Saut.

SYARIAH RAHMA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments