hero
(MensXP)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

19 Juli 2018, 17:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Saat di pesawat, pasti kamu pernah menemukan peraturan-peraturan yang mungkin terkesan aneh. Seperti tatakan meja harus dalam posisi di atas, penutup jendela mesti terbuka dan posisi kursi yang harus dalam posisi semula. Tapi di balik itu ada penjelasan logisnya loh dan sebagian besar berfungsi buat keamanan selama di pesawat.

 

1. Penutup jendela mesti terbuka saat take off dan landing.

Penutup jendela yang terbuka tentu bisa membuat kamu melihat pemandangan yang di luar sana. Di sisi lain, hal ini juga dapat berperan buat keamanan. Ketika penutup jendela terbuka, cahaya alami dari luar akan masuk ke pesawat. Hal ini berguna ketika dalam kondisi darurat. Awak kabin juga dapat melihat situasi di luar dan menyesuaikannya untuk proses evakuasi.

2. Tatakan meja harus dalam posisi di atas.

 

Mirip seperti penutup jendela, kondisi ini sebagai persiapan menghadapi kondisi darurat. Biasanya saat take off atau landing, awak kabin akan mengecek posisinya satu per satu. Kalau masih ada tatakan meja yang terbuka, penumpang langsung diingatkan untuk mengembalikan posisinya. 

Tatakan meja yang ada di atas atau posisi semula, akan memudahkan penumpang untuk menyelamatkan diri. Kebayang enggak kalau saat emergency, eh jalannya penumpang terhalang sama tatakan meja, pasti akan ribet kan?

3. Posisi kursi mesti tegak.


Kursi yang terlalu bersandar ke belakang bisa menyulitkan proses evakuasi. Ada dua faktor yang jadi perhatian kalau kamu membiarkan kursi tidak dalam posisi tegak alias terlalu ke belakang. 

Pertama, menyulitkan orang yang duduk di belakang kamu untuk keluar. Kedua, posisi bersandar cenderung membuat seseorang merasa santai, sehingga kurang sigap ketika dalam kondisi darurat. Untuk itu, organisasi penerbangan FAA merekomendasikan agar posisi kursi selalu tegak saat take off dan landing.

4. Letakkan barang di bawah kursi.

Sering dengar kan peringatan dari awak kabin untuk menaruh barang bawaan kita di bawah kursi? Hal ini berguna buat keselamatan kita. Saat kondisi emergency, barang-barang yang tidak dirapikan di bawah kursi bisa menjadi sesuatu yang berbahaya bagi penumpang.

5. Batasi membawa cairan ke dalam kabin.


Beberapa jenis cairan, seperti yang mengandung alkohol, aerosol dan semacamnya berpotensi menimbulkan ledakan saat di pesawat. Untuk itu, ada peraturan yang membatasi jumlah liquid atau cairan yang bisa dibawa penumpang ke dalam kabin. Yaitu sebanyak 3,4 ounces atau kurang dari itu dan mesti dimasukkan dalam satu kantong yang transparan. 

Hal ini untuk memudahkan petugas mengecek jenis cairan dan agar mereka bisa segera mengamankannya jika ternyata berpotensi bahaya.

6. Hanya orang dewasa yang boleh duduk di emergency exit.

 

Kursi di area emergency exit biasanya jadi incaran banyak orang karena lebih leluasa dibanding kursi lainnya. Tapi enggak sembarang orang boleh duduk di sini. Melainkan hanya orang dewasa yang sehat. Kenapa? 

Berhubung di dekat pintu darurat, orang yang duduk di sini diharapkan bisa membantu penumpang lain saat emergency. Jadi mereka mesti memenuhi kualifikasi tersebut. Sementara orang dewasa yang membawa anak, anak berusia kurang dari 15 tahun atau mereka yang sudah lansia, bakal diarahkan untuk duduk di area lain.

READERS DIGEST

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments