hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

16 Juli 2018, 21:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Nama-nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019 sedikit demi sedikit mulai tersingkap. Jokowi pertama kali menyebut nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin saat meninjau persiapan Asian Games 2018 di Jakabaring Sport Center, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 14 Juli 2018.

Selain Cak Imin, Jokowi telah mengiyakan nama-nama seperti Mahfud MD, Tuan Guru Bajang, dan Airlangga Hartarto masuk dalam kandidat cawapres di kantongnya. Hal ini terungkap saat Jokowi berbincang dengan awak media di acara Kuliah Umum Akademi Bela Negara Partai Nasdem, Senin pagi. 

Presiden Joko Widodo (kiri) dan Din Syamsuddin ketika membuka acara MTQ Internasional ke-2 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018. (ANTARA/Wahyu Putro A)

 Meski mulai terang-benderang, penentuan cawapres menjelang Pilpres 2019 ini semakin susah diprediksi. Hal itu dikemukakan oleh Din Syamsuddin, utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban. Din mengatakannya dalam acara silaturahmi para pemuka agama se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di Pendopo Timur, Kantor Gubernur NTB.  

“Saya amati untuk cawapres baik Jokowi maupun Prabowo itu masih misterius, masih teka-teki,” ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini. 

Din Syamsuddin berharap baik Jokowi maupun Prabowo memilih calon pendamping dari kalangan tokoh agama atau tokoh Islam. Din juga tak menampik jika dirinya masuk dalam radar calon wapres (cawapres). Namun jika pilihan jatuh pada Tuan Guru Bajang ( TGB), Din Saymsuddin akan sangat mendukung.

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi berziarah di makam Pahlawan Nasional Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Lombok Timur, NTB, Kamis 23 November 2017. (ANTARA/Ahmad Subaidi)

“Saya kebetulan berada di dunia atau pergerakan Islam, sangat berharap kalau capres Jokowi maupun capres Prabowo, atau siapa nanti, itu memilih dari kalangan tahu agama, dan sangat wajar kalau dari kalangan tokoh Islam,” lanjut Din.

Sementara itu, Director for Presidential Studies-DECODE Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad mengapresiasi masuknya nama Muhaimin Iskandar dalam lima kandidat cawapres Joko Widodo menghadapi Pilpres 2019.

Presiden Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar mencoba kereta api bandara dari Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru, Tangerang, Banten 2 Januari 2018. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Nyarwi menuturkan, Cak Imin punya bargaining kuat sebagai pendamping Jokowi karena kader Nahdlatul Ulama (NU) tulen. Jokowi, menurutnya, memerlukan NU untuk memperkuat elektabilitasnya.

“Kedua, Cak Imin representasi Islam moderat di Indonesia. Tentu ini menjadi nilai tambah untuk menjaring pemilih Islam,” lanjut Nyarwi. Menurut Nyarwi kehadiran Cak Imin sebagai cawapres Jokowi sangat bermanfaat dalam menahan gelombang polarisasi politik yang mengancam keutuhan bangsa.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments